Kue Lapis
“Seperti halnya kue lapis, ada lapis dalam dan lapis
terluar dari kue itu.”
Banyak yang harus dilalui dan
banyak pula yang telah terlalui. Begitu saja. Walaupun mungkin sambil lalu,
akhirnya semua yang pernah mengalami beraneka rasa pahit, asam, manis, asin
kehidupan hanya akan berucap, “Lapis terakhir dari akhir pengukusan, bermula
dari pengukusan yang lebih lama dari yang kau duga.” Itu bukanlah kata-kata
chef terkenal, orang yang bisa masak amatiran pun akan berkata seperti itu.
Ada banyak lapisan dalam
kehidupan : lapisan dalam dan lapisan yang lebih luar lagi. Lapisan dalam ini
memang lapisan terdekat dengan seseorang dan mengenai seputaran kehidupan dia
yang berputar-putar menyelubunginya. Yang terkadang seperti berkabut gelap,
terkadang seperti kabut tipis bisa juga terkadang seperti sinar mentari. Kunci
terbesar dari lingkaran dalam ini adalah : penerimaan seutuhnya, apapun itu.
Penerimaan. Memang tidak seenak
makan kue lapis Jawa ataupun lapis legit rasa rempah kayu manis itu.
![]() |
Saya jadi teringat, kue ini yang
biasa ibu belikan di toko kue di daerah pecinan. Hampir mirip seperti itu. Tapi
kue di pecinan itu lebih cantik, enak,molek dan potongannya lebih besar dan rasanya halus. Entah,
mengapa ibu setiap lewat toko itu sering membelikan kue lapis itu dan satu lagi
makanan lain yang enak juga. Senangnya, menjadi kecil seperti dulu.
Biarpun kue lapis di pecinan itu
enak sekali. Masih ada satu lagi lapisan lain dari kehidupan.
Lapisan luar. Lapisan inilah yang
mempengaruhi seorang manusia. Adakalanya manusia dibuatnya mempertanyakan
kehidupannya sendiri karena melihat cermin dari orang lain, kehidupan sekitar
yang bagai gelombang bergulung-gulung datang dan selalu saja menghantam ataupun
hanya beriak. Ya, saya rasa inilah kata yang tepat. Tapi mungkin pemakaian
kata-katanya dipermanis. Kunci terbesar dari lingkaran ini : bisa beragam.
Antara penerimaan dan bisa juga penolakan. Dan semuanya akan diiringi dengan
beragam alasan yang kesemuanya kuat. Ternyata lapisan ini lebih lebih berlapis
rasa variasi.
Pilihlah mana kesukaanmu, teman :
![]() | |
| Ini baru lapis, lapis pelangi (sumber gambar : Google) |
![]() | |||||||||||||
| Kue lapis pastel, sewarna pastel hatimu, mungkin (sumber gambar: Google) |



