Sabtu, 10 Desember 2016

Menoleh ke belakang (perjalanan)



…menoleh ke belakang (perjalanan).

“Perjalanan adalah ketika kau menoleh ke belakang kau tak akan percaya kalau kau telah melaluinya. Telah banyak yang kau tinggal dan telah banyak juga yang kau lepaskan, dan ..diikhlaskan.”

Maksudnya pemandangan kiri kanan kita yang indah mau tak mau memang harus kita tinggalkan. Karena memang tak bisa dibawa. Jadi seandainya kita ingin mengikutsertakan untuk menyemangati perjalanan selanjutnya saya pikir tidak bisa. Rekam saja itu dalam ingatan dan ‘kotak ajaib’ kalian. Atau saya pikir tinggal saja di tempat tersebut kalau memang itu begitu mempesonakan mata. Benar bukan?


(Sumber gambar : Google)

Tapi yang saya tahu perjalanan itu mengejutkan dan seakan-akan tidak percaya kalau bisa melalui lika-likunya, apalagi jika perjalanan tersebut sulit dan terjal. Mungkin kita sudah merasakan seakan-akan detik-detik kematian kita karena begitu sulitnya. Haah, wow, akhirnya kita merasakan kelegaan yang luar biasa ketika berhenti ‘di sini’. Plong. Walaupun kita tahu perjalanan itu masih ada. Tapi senang juga bisa sampai di sini. Walaupun ini hanya kebanggaan kita sendiri.
 
(Sumber gambar :Google)
“Seseorang tak akan tahu kemampuannya sendiri sampai dia mencoba, entah apapun itu tantangannya. Maka dia akan terkejut.”

Tantangan itu menurut saya menakutkan karena takut akan bayangan-bayangan seram yang menyertainya. Di malam hari benda-benda seolah-olah menjadi bayang-bayang asing dan membuat hati mengkerut sekecil-kecilnya. Tapi tunggulah sampai hari terang atau sulutlah obor maka semuanya jelas. Walaupun masih saja untuk hal-hal tertentu akan senantiasa terselubung. Itulah misteri. Mungkin untuk selamanya akan menjadi misteri untuknya. Mungkin itu kebijakan yang alam berikan untuk dirinya. 
Tapi tantangan itu entah dia  mau atau tidak pasti akan menuntunnya untuk ‘dilalui’. Karena hal itu yang membuatnya menjadi ‘beda’ dengan yang dulu. Bisa jadi itu dianggap mengerikan untuk si empunya dan orang lain. tapi itulah yang terjadi. Mungkin bisa jadi dia akan menjadi ‘pecundang’ atau mungkin ‘pahlawan’ di kehidupan saat ini. Itulah hebatnya ‘mereka’. 
(Sumber gambar: Google)

 
(Sumber gambar: Google)