Minggu, 11 Agustus 2013

Secuil Hikmah Dari Yang Fitri



Secuil Hikmah Dari Yang Fitri



“Dikatakan kalau manusia itu haruslah berihtiyar(berusaha), juga berdoa sedangkan kesuksesan itu (keberhasilan) adalah wilayah Tuhan.”

Selamat Lebaran, Selamat Hari Raya Idul Fitri ya…bagi siapa saja yang merayakannya. Banyak hal yang tersirat di dalamnya dari hikmah kedekatan dengan keluarga kembali ketika seolah-olah terbuang, ada perasaan lega, memaafkan dan dimaafkan, keindahan rasa dari persahabatan, kelezatan rasa dari citra rasa masakan, pengalaman baru, kantung yang semakin menebal  terutama untuk adik-adik kecil teruntuk juga untuk yang kecipratan rejeki dari hari raya ini  seperti yang berbisnis kue bahkan sampai bingkisan lebaran. Lebaran pun diartikan semua yang serba baru dari baju baru bahkan sampai perhiasan baru.

Memang banyak hal yang terjadi. Semua kerja keras seolah-olah bisa larut tergerus dalam beberapa hari saja entah dalam arti yang positif maupun negatif. Bisa ‘bangkrut’ secara materi maupun bergelimang pahala.

Memang manusia itu gudang ide. Dari semua hal yang berbau ‘dunia yang akan datang’  sampai ke- kini-an bahkan vintage.  Dari yang gemerlap sampai ‘dibuat gemerlap’. Dari yang asli sampai yang imitasi. Inilah ajang yang paling mutakhir, saya kira di sini untuk mentasbihkan diri. Banyak serta merta kita melihat keberhasilan, kesuksesan, kemutakhiran, kekinclongan, kecemerlangan dan yang sebangsanya. Ya, banyak orang telah berhasil.

Memang benar, itulah yang telah terjadi. Saya pun beberapa hari sebelum Lebaran kebetulan melihat tayangan ulang sebuah pengajian di televisi. Dikatakan kalau manusia itu haruslah berihtiyar (berusaha), juga berdoa sedangkan kesuksesan itu (keberhasilan) adalah wilayah Tuhan. Jadi Tuhanlah yang berkehendak menyukseskan atau pun menyayangi orang tersebut. Jadi jangan merasa berkecil hati dengan segala keterbatasan sebagai manusia.

Tapi  saya kira orang yang berusaha itu sudah ‘berhasil’ karena telah mengalahkan rasa malasnya untuk bergerak dan berusaha sebisa yang dia mampu lakukan. Soal  kesuksesan serahkan semuanya pada Nya karena bukankah Dia memang Yang Maha Berkuasa. Lagi pula itu lebih terasa ringan. Tugas manusia hanyalah berupaya dan berdoa.