Aku Yang Sepuluh Tahun (1)
![]() |
| Secantik permen (Sumber gambar : Google) |
Usiaku 10 tahun lebih 11 hari
hari ini. Sebagai anak aku sangat menyukai hal-hal yang membuatku tertawa dan
memiliki banyak teman. Walaupun terkadang ada teman-temanku yang menjahati aku
mulai dari mengambil buku tulisku secara paksa, menyita uang jajanku, bahkan
mengejek aku dengan kata-kata yang tak mengenakkan. Bahkan setahuku kata-kata
itu tak pernah terdengar dikatakan oleh mamaku walaupun sedang marah sekalipun.
Aku sampai kaget. Apakah aku seburuk itu ya?
Yang pasti di tas hello kitty-ku
selalu ada kepingan permen coklat yang dibungkus kertas gerenjeng. Kertas yang
berisik. Bukannya aku menyukainya tapi memang sudah wajib jika tasku selalu
berisi permen itu. Aku pun tak tahu kenapa. Kupikir-pikir alangkah tidak
lengkapnya ke sekolah tanpa hello kitty dan permen coklat. Ya itu saja.
Tapi tahu tidak, hari ini aku
merasa terpukul ketika kuaduk-aduk isi tasku tak menemukan permen coklat
tersebut. Aku tiba-tiba merasa sedih dan kehilangan. Ternyata aku baru sadar,
hari ini, kalau aku si sepuluh tahun sebelas hari ini menyukai permen coklat.
Kenapa aku tidak sadar ya? Baru merasa hari ini kalau permen coklat itulah
pengisi tasku dan selalu menemani hari-hariku.
Teman, apakah aku harus sedih?
Apakah aku harus merasa kehilangan? Hanya karena kepingan permen coklat.
Kupikir-pikir semuanya pasti paham aku si sepuluh tahun sedang terpukul hari
ini. Pasti nanti malam tidurku tidak bisa nyenyak. Tapi lihatlah teman, aku
tersenyum saat ini. Walaupun hatiku sedih.
