Antara Tas Ransel dan Poupee-poupee-an
![]() | |
| Apakah layak gadis kecil ini dengan boneka tampan? Tinggalkan persepsi terhadapnya(Sumber gambar: Google) |
Untuk hampir sebagian orang Kamis
adalah hari-hari yang bisa jadi membahagiakan. Sudah melewati hari Senin-Rabu
dan hampir Sabtu. Hari itu adalah hari dimana secara psikologis santai dan
masa-masa dimana penuh harapan akan kata libur. Padahal kalau dirasakan sama
saja semua hari itu. Bisa-bisanya orang melebih-lebihkan dan memberat-beratkan
hari. Tapi Kamis ini saya pun merasakan sesuatu yang lain. Something yang agak men-terenyuhkan. Memang biasa tapi ini bisa
dirasakan lain. Tapi mungkin untuk orang-orang tertentu saja. Mungkin.
Pagi hari penuh semangat apalagi
badan sedang fit. Bahkan seandainya bertemu masalah besar ‘itu bukan apa-apa’.
Ketika saya sedang duduk secara tak sengaja saya melihat sekilas ke seseorang.
Seorang perempuan mungkin sekitar empat puluhan awal ataupun mungkin
pertengahan yang sedang duduk sambil asyik ber-sms- an. Asyik sekali dia melakukannya bahkan sikapnya seolah tak
peduli. Tapi setelah beberapa saat kemudian saya baru sadar kalau dipangkuannya
dia membawa tas ransel warna hitam dan ternyata dipeluknya. Entah kenapa dari
cara dia memeluknya saya melihatnya seperti gadis kecil lima tahunan yang
sedang memeluk poupee-poupee-an
(boneka). Dia mengkerut dan seolah tak mau kehilangan poupee-nya itu dan ekspresi mukanya pun mengatakan demikian. Saya
hanya masgul, entah kemasgulan saya ini beralasan atau tidak untuk wanita
seusia sangat dewasa tersebut begitu takutnya kehilangan poupee-poupee-an. Tapi seketika berhamburan skenario cerita
mengenai wanita tersebut. Saya berusaha memahami dan membenarkan perilakunya
tentu saja dengan dugaan saya.
Sesaat kemudian dia menyapa anak
kecil di sampingnya. Sebetulnya saya ingin tertawa, terlihat naif dan
kelembutan yang tulus tapi terlihat bodoh. Sebetulnya tidak bodoh tapi hanya
terasa ganjil itu saja. Saya berusaha memahaminya lagi dan pikiran saya memang
mengatakan memang sulit untuk bisa sewajar orang lain ketika seseorang itu
ditimpa masalah. Yang beda hanyalah ada orang yang kuat menerimanya atau
mungkin goyang ketika menerimanya. Kuat
diartikan disini bisa saja dia tangguh sekali seolah-olah mengatakan nothing can stop me now atau bisa saja
dia berusaha untuk mengkuat-kuatkan diri akhirnya,hore, ternyata bisa jadi
benar-benar kuat.
Sebetulnya kelakuan saya ini tidak
baik, mbatin orang seenaknya. Tapi
tentunya Anda memiliki penilaian tersendiri lagi beda dengan penilaian saya.
Apapun pendapat Anda percayalah, setiap manusia itu memiliki masalah hidupnya
sendiri-sendiri. Sepertinya seseorang mungkin kelihatan tanpa masalah tapi Anda
bukan dia, bukan? Tentu dia memiliki permasalah sendiri yang inginnya dia
pecahkan. Masalahnya saat ini dia merasa ringan saja menghadapinya. Minta saja
pertolongan Tuhan! Bukankah sebagai orang beragama yang kita mintai pertolongan
hanya Pencipta kita. Mungkin Tuhan memberikan seseorang permasalahan itu supaya
seseorang itu agar ingat kepadaNya. Koreksi saja diri Anda.
