Yang Terdalam, di Awal Desember
Terkadang sedih juga melihat
ketidakadilan. Di satu sisi dengan porsi posisi yang sama dan kerja yang sama
mereka dapat dikatakan mendapatkan semuanya. Sementara itu rekannya masih harus
bertanya-tanya dalam kesehariaannya untuk kelangsungan hidupnya. Padahal perlu
digaris bawahi tugas, tanggung jawab, kewajiban mereka sama. Sama lho ya!
Terkadang tertawa juga melihat
orang-orang yang beruntung itu. Beruntung karena tidak semua orang bisa seperti
mereka. Pernah seseorang itu pernah bercerita memang secara nominal di awal
bulan luar biasa banyak namun jumlah itu katanya langsung habis untuk berbagai
keperluan. Dia pun menceritakan masalah
pribadinya secara lebih detail.
Hahaha ya tak apa-apa semua orang
pasti memiliki kepentingan dan kebutuhan. Tapi kalau dipikir-pikir kok bisa
beda ya. Tapi untungnya tak semua orang lantas melow dengan keadaannya. Hidup masih harus terus berjalan dan yang
masih harus ditapaki masih jauh walaupun masih berapa puluh kilo lagi bahkan
lebih. Dan ketidakadilan ini sudah menjadi rahasia umum, namun banyak pihak
yang tak tanggap, maka terserahlah.
Mungkin setelah semuanya, si
pelaku-pelaku tadi seolah menguap lalu menghilang barulah sistem akan kalang
kabut. Karena terkadang orang diam itu bukan karena mereka menyerah tapi
sebenarnya mereka sedang berpikir keras. Namun juga bisa diartikan mereka kini
sudah menyerah dan capai untuk berontak. Jadi tinggal melihat waktu saja apa
semuanya akan tetap sama, dan siapa yang masih kuat untuk bertahan. Soalnya
kalau kita berbicara masalah profesionalisme juga harus diimbangi dengan
profesioanalisme yang seutuhnya. Bukan hanya selalu berbicara masalah kewajiban
tapi juga berbicara masalah hak.








