Rabu, 19 Februari 2014

Kematian



Kematian

Sumber gambar : Google
Saat kematian menyapa seseorang begitu juga akhir kehidupan ini. Inginkah seseorang di kenang sebagaimana adanya dia, kelakuan, warisan, eksistensi, riwayat bahkan mungkin ketragisan akhir hidupnya? Yang mengenaskan bahkan mungkin romantis dan begitu manis.  Tentunya masih segar di ingatan kita kematian  playboy dunia yang konon sudah mempermainkan ribuan wanita yang tentu saja kematiannya membuat para wanita dibuatnya merana dan patah hati. Bagaimana pula pendapat Anda tentang kematian Cleopatra? Apakah Anda pun menginginkan kematian seperti itu? 

Apapun kemauan Anda, yang pasti kematian itu ada karena malaikat pencabut nyawa hanya sekedar melaksanakan tugas, dalam agama saya menyebutnya seperti itu. Entah dalam keadaan apa seseorang, bahkan dimanapun dan dalam suasana pikiran seperti apa.

Sebagai bukan penganut atheis, saya percaya jika Tuhan belum menghendaki seseorang itu meninggal bahkan jika sudah melakukan hal ekstrim semisal, sudah memakan obat penenang semangkuk, bahkan sudah menyobek pergelangan tangan hingga berdarah-darah, tapi jika Tuhan belum mengambil nyawa kalian maka kalian tak akan meninggal. Anggaplah Tuhan memberi kesempatan di sisa hidup kalian agar memperbaiki hidup kalian, ya paling tidak memperbaiki pola pikir kalian. Jangan merasa tersia-sia atau merasa diri sebagai sampah. Buktinya Anda manusia berharga karena itu Anda ditolong. Jika Anda mengangkat garis bibirmu ke atas sembari berkata, “Hey, perempuan kecil cerewet amat kau.” Ini bukan hanya perkataan saya tapi tanyalah orang-orang lain, begitu banyak orang akan berkata demikian. Namun jika keadaan Anda berbeda dengan kehidupan wajar lainnya, anggaplah kehidupan Anda sebagai hadiah spesial dari Tuhan. Paling tidak Anda sudah pernah berbuat baik, bukan?

Sumber gambar :Google
Mungkin persepsi orang lain tentang kematian seseorang berkaitan dengan hal-hal yang ditinggalkan. Jika seorang adik mendapatkan celana jeans biru mladus no 30 dari sebuah merk jeans maka setiap melihat bahkan memakai akan diingatnya si peninggalnya yang sudah di alam baka. Bahkan setiap menapaki jalan sepatu kulit harimau bernomor 40 yang sudah agak sobek di depan masih juga menemani si pewarisnya. Masih berguna, masih bernilai. 

Sumber gambar : Google

Untuk selalu melakukan hal baik, atau hal buruk sebelum meninggal adalah pilihan. Suka-sukanya dia. Tapi jika Anda ingin dikenang selalu jadilah sebagai orang baik. Orang akan terkenang dengan kebaikan Anda yang dengan begitu tulusnya mendedikasikan hidup untuk kehidupan. Terlebih-lebih sebagai orang beragama Tuhan akan menerima seseorang dengan tersenyum sembari berucap, “Aku menyukai umatku yang ‘baik’”. Malaikat-malaikatpun akan selalu mendoakan seseorang yang baik. Begitu banyak surplus kebaikan yang mengiringinya bahkan di akhir hidup seseorang. Di dunia.

Jumat, 14 Februari 2014

Apa kabar hari ini?



Bagaimana Kabarmu Hari Ini?

Rasa-rasa dalam keseharian (Sumber gambar : Google)

Bagaikan relief bumi, begitulah keadaan perasaan setiap manusia. Kadang merasa sebagai seeorang di puncak dunia bahkan bisa juga merasakan suatu ketika seolah berada di dasar sebuah jurang. Namun bagaikan sebuah sapaan, hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang biasa bahkan telah dianggap sebagai bagian dari keseharian. Bahkan jika kita berbicara masalah ekstrim, seseorang yang sedang mengalami kesulitanpun tak lepas dari permasalahan ini. 
Pengolahan diri, penerimaan diri bahkan tanggapan diri pribadi menjadi hal penting. 

Hari ini juga pastilah ada seseorang yang telah meletup-letup perasaannya karena begitu bahagianya. Merasa dunia saat ini begitu berpihak padanya. Bagaimana tidak? Mungkin dia sedang merasa jatuh cinta dan mendapatkan perasaan yang sama dari sang pasangan, ataupun mungkin saja terjadi dia memenangkan sebuah undian yang begitu sangat dia harapkan, ataupun mungkin menang dari sebuah konflik. Tapi bisa juga terjadi hari ini juga dia ‘jatuh’. Dan kejatuhan dia begitu melukai hatinya. Mengalami kehilangan orang tersayang, bahkan mungkin kehilangan harapan. Inilah sisi terberat dari sebuah permasalahan. Yang terpikir adalah ‘apa aku sanggup melewatinya?’. Apalagi jika dia jatuh untuk suatu kesalahan yang terulang. Namun ada juga saya kira suatu perasaan yang unik. Baik rasa bahagia maupun rasa suatu kesedihan dianggap orang ini sebagai sesuatu yang tanpa rasa (plain). Gembira tidak lantas dia meluap-luap, merasakan rasa sedih tidak lantas mellow (melankolis) tapi dia tetap cool dan biasa saja menghadapinya. Orang tak akan melihat bagaimana isi hatinya saat ini. Apakah Anda percaya ada perasaan  seperti ini? 

Namun ada juga orang yang lain lagi dari katagori di atas. Di saat yang begitu berdekatan dia bagaikan merasa di dua kutub yang begitu berbeda. Di  detik ini dia merasa begitu gundah dan terlihat soo sad namun dia waktu yang hampir bersamaan juga dia tiba-tiba merasakan meletup-letup bahkan dia berteriak-teriak karena begitu bahagianya tanpa sebab yang jelas.

Bagaimana perasaan Anda saat ini? Apakah masuk salah satu katagori di atas ataukah mungkin ada katagori baru yang lebih lagi?
Anggaplah hal tersebut sebagai sebuah karunia, bahkan jika mungkin nyamankan dan amankan perasaan Anda sendiri agar tetap bisa beraktifitas lancar dan sentosa.

Sabtu, 01 Februari 2014

Ketakutan



Ketakutan

Keajaiban cara pandang seseorang (Sumber gambar : Google)

Hal yang paling menakutkan seseorang adalah keluar dari zona aman yang dimilikinya. Jika zona aman seolah-olah tak didapatkannya lagi dia kemungkinan akan merasakan suatu perasaan tak terarah dan merasa sebagai orang tersial di dunia. Tapi itu tak terjadi pada semua orang, hanya orang-orang yang berhati besar, bernyali, menyukai tantangan dan menyukai hal-hal ekstrem tak mempengaruhi keamanan dari zona-nya.

Bukankah kita sering mendengar orang yang ‘seolah’ bersedia mengorbankan jiwa bahkan nyawa hanya sekedar untuk mencoba tantangan baru?  Berpacu dengan andrenalin bahkan mencoba mengalahkan ketakutannya sendiri dan menolak opini publik bahwa itu tak mungkin. Baginya ketakutan seolah-olah menghilang dan yang ada sekedar ‘hidup untuk tantangan’ dan ‘saat ini’. Tak dipedulikannya bagaimana jadinya kelak. Hingga sikap optimistiklah yang menghidupkannya. Bukankah sering juga kita dengar orang gagal? Namun bukan kegagalan itu sendiri tapi pandangan dirinyalah yang dia ubah.
Tapi biasanya prosentase orang-orang seperti ini tak banyak. Karena sikap seperti ini sangat ‘mahal’. Lebih banyak orang yang sikapnya ‘biasa-biasa ‘ saja. Dalam arti tak menyukai tantangan dan tak mau keluar dari zona aman-nya.

Sikap ‘orang-orang biasa’ ini memang biasa-biasa saja. Ada sedikit masalah dia akan pusing, tidak bisa berpikir jernih, menjadi tidak professional karena mencampur-adukkan masalah, masalah pribadinya menjadi alasan untuk dibesar-besarkan, bahkan berusaha semampu mungkin jangan sampai meninggalkan zona aman-nya. Hasilnya sungguh hidup yang adem ayem, ada masalah ditinggal udud, pencarian solusi instant yang dibutuhkan segera ditinggal tidur. Tapi bukannya lantas menganggap ini salah bukan seperti itu. Pelampiasan boleh tapi jangan lantas itu sekedar menjadi tujuan. Tapi memang ini suatu hal yang mustahil untuk tidak dilakukan orang. 

Jadi saya kira setiap orang itu telah memiliki porsi sendiri-sendiri atas masalah yang dihadapi dan dicarikan solusi. Masalah besar bukan untuk orang kecil dan masalah kecil bukan untuk orang besar.  Dan alangkah bahagianya  tak lepas dari zona aman-nya. Betapa bahagianya orang ini! Siapa mau menjadi orang seperti ini?