Kematian
Saat kematian menyapa seseorang
begitu juga akhir kehidupan ini. Inginkah seseorang di kenang sebagaimana adanya
dia, kelakuan, warisan, eksistensi, riwayat bahkan mungkin ketragisan akhir
hidupnya? Yang mengenaskan bahkan mungkin romantis dan begitu manis. Tentunya masih segar di ingatan kita
kematian playboy dunia yang konon sudah mempermainkan ribuan wanita yang
tentu saja kematiannya membuat para wanita dibuatnya merana dan patah hati. Bagaimana
pula pendapat Anda tentang kematian Cleopatra? Apakah Anda pun menginginkan
kematian seperti itu?
Apapun kemauan Anda, yang pasti
kematian itu ada karena malaikat pencabut nyawa hanya sekedar melaksanakan
tugas, dalam agama saya menyebutnya seperti itu. Entah dalam keadaan apa
seseorang, bahkan dimanapun dan dalam suasana pikiran seperti apa.
Sebagai bukan penganut atheis,
saya percaya jika Tuhan belum menghendaki seseorang itu meninggal bahkan jika
sudah melakukan hal ekstrim semisal, sudah memakan obat penenang semangkuk,
bahkan sudah menyobek pergelangan tangan hingga berdarah-darah, tapi jika Tuhan
belum mengambil nyawa kalian maka kalian tak akan meninggal. Anggaplah Tuhan
memberi kesempatan di sisa hidup kalian agar memperbaiki hidup kalian, ya
paling tidak memperbaiki pola pikir kalian. Jangan merasa tersia-sia atau
merasa diri sebagai sampah. Buktinya Anda manusia berharga karena itu Anda
ditolong. Jika Anda mengangkat garis bibirmu ke atas sembari berkata, “Hey,
perempuan kecil cerewet amat kau.” Ini bukan hanya perkataan saya tapi tanyalah
orang-orang lain, begitu banyak orang akan berkata demikian. Namun jika keadaan
Anda berbeda dengan kehidupan wajar lainnya, anggaplah kehidupan Anda sebagai
hadiah spesial dari Tuhan. Paling tidak Anda sudah pernah berbuat baik, bukan?
Mungkin persepsi orang lain
tentang kematian seseorang berkaitan dengan hal-hal yang ditinggalkan. Jika
seorang adik mendapatkan celana jeans biru mladus
no 30 dari sebuah merk jeans maka setiap melihat bahkan memakai akan diingatnya
si peninggalnya yang sudah di alam baka. Bahkan setiap menapaki jalan sepatu
kulit harimau bernomor 40 yang sudah agak sobek di depan masih juga menemani si
pewarisnya. Masih berguna, masih bernilai.
![]() |
| Sumber gambar : Google |
Untuk selalu melakukan hal baik,
atau hal buruk sebelum meninggal adalah pilihan. Suka-sukanya dia. Tapi jika
Anda ingin dikenang selalu jadilah sebagai orang baik. Orang akan terkenang
dengan kebaikan Anda yang dengan begitu tulusnya mendedikasikan hidup untuk
kehidupan. Terlebih-lebih sebagai orang beragama Tuhan akan menerima seseorang
dengan tersenyum sembari berucap, “Aku menyukai umatku yang ‘baik’”.
Malaikat-malaikatpun akan selalu mendoakan seseorang yang baik. Begitu banyak
surplus kebaikan yang mengiringinya bahkan di akhir hidup seseorang. Di dunia.




