Jika Bertambah
![]() |
| Sumber gambar : Google |
“Rasanya jatuh memang tak enak. Tapi bisa memberi
pelajaran bagi yang peka dan memikirkannya.”
Bagaikan seorang anak kecil yang
semakin hari semakin besar berarti juga dia tak akan disuapi lagi oleh ibunya.
Berat badannya pun semakin bertambah. Tambah montok dan semakin menggemaskan.
Semuanya seakan-akan mengamini penuh harapan. Tapi ternyata ada suatu titik
balik, dimana terkadang sesuatu yang bertambah itu seakan-akan ‘bencana’.
Coba bayangkan semakin bertambah
usia, semakin ‘berisi’ badannya, semakin bertambah garis-garis penuaan, semakin
berkembangnya masalah kulit, semakin begitu banyak kebutuhan (tidak lagi hanya
memikirkan permen lolly dan permen coklat), semakin pelupa (padahal itu barang yang
dicari sudah ada di sakunya), bertambahnya masalah (tidak lagi hanya memilih
memakai baju merah atau kuning), semakain banyaknya jumlah keluarga besar
(seakan-akan hal ini mengintimidasi kenyamanan hidup yang semula damai), dan
semuanya semakin-semakin-dan semakin. Bertambah dan terus bertambah. Padahal
dulu bertambah adalah sebuah harapan indah. Tapi coba saja lihat sekarang.
Bukankah sudah terjadi titik balik saudara-saudara.
Itulah hal-hal yang seharusnya
konon tak perlu dianggap dan dirasakan. Supaya
tetap tentram dan damai. Tapi seakan sedang terbersit dalam pikiran sisi negatifnya. Serasa hal tersebut yang
sungguh sangat amat manusiawi. Sisi emosional seseorang memang selalu menarik
dan selalu menimbulkan masalah. Ya, anggap saja persimpangan-persimpangan dalam
kehidupan. Rasanya jatuh memang tak
enak. Tapi bisa memberikan pelajaran, tapi bagi yang memikirkannya.
Tapi sedih juga rasanya. Benar-benar membuat miris perasaan. Kira-kira
menurut kalian lebih banyak yang berpikir positif atau negatif ya kalau sedang
merasakan di posisi ini. Jadi tidak
merasa sendiri bukan? Tapi bagaimanapun pemikiran kalian tentu
perasaan-perasaan negatif tersebut bisa diambil hikmah ada apa dibalik
permasalahan tersebut. Yang disebabkan karena merasakan ‘bertambah’. Bagaimanapun orang semakin hari semakin
bijaksana tentu saja jika peka dan
berpikir.
