Senin, 25 April 2016

Jika Bertambah



 Jika Bertambah

Sumber gambar : Google

Rasanya jatuh memang tak enak. Tapi bisa memberi pelajaran bagi yang peka dan memikirkannya.”

Bagaikan seorang anak kecil yang semakin hari semakin besar berarti juga dia tak akan disuapi lagi oleh ibunya. Berat badannya pun semakin bertambah. Tambah montok dan semakin menggemaskan. Semuanya seakan-akan mengamini penuh harapan. Tapi ternyata ada suatu titik balik, dimana terkadang sesuatu yang bertambah itu seakan-akan ‘bencana’.

Coba bayangkan semakin bertambah usia, semakin ‘berisi’ badannya, semakin bertambah garis-garis penuaan, semakin berkembangnya masalah kulit, semakin begitu banyak kebutuhan (tidak lagi hanya memikirkan permen lolly dan permen coklat), semakin pelupa (padahal itu barang yang dicari sudah ada di sakunya), bertambahnya masalah (tidak lagi hanya memilih memakai baju merah atau kuning), semakain banyaknya jumlah keluarga besar (seakan-akan hal ini mengintimidasi kenyamanan hidup yang semula damai), dan semuanya semakin-semakin-dan semakin. Bertambah dan terus bertambah. Padahal dulu bertambah adalah sebuah harapan indah. Tapi coba saja lihat sekarang. Bukankah sudah terjadi titik balik saudara-saudara.

Itulah hal-hal yang seharusnya konon tak perlu dianggap dan dirasakan.  Supaya tetap tentram dan damai. Tapi seakan  sedang terbersit dalam pikiran  sisi negatifnya. Serasa hal tersebut yang sungguh sangat amat manusiawi. Sisi emosional seseorang memang selalu menarik dan selalu menimbulkan masalah. Ya, anggap saja persimpangan-persimpangan dalam kehidupan.  Rasanya jatuh memang tak enak. Tapi bisa memberikan pelajaran, tapi bagi yang memikirkannya.

Tapi sedih juga rasanya.  Benar-benar membuat miris perasaan. Kira-kira menurut kalian lebih banyak yang berpikir positif atau negatif ya kalau sedang merasakan di posisi ini.  Jadi tidak merasa sendiri bukan? Tapi bagaimanapun pemikiran kalian tentu perasaan-perasaan negatif tersebut bisa diambil hikmah ada apa dibalik permasalahan tersebut. Yang disebabkan karena merasakan ‘bertambah’.  Bagaimanapun orang semakin hari semakin bijaksana tentu saja  jika peka dan berpikir.