Catatan Kecil Hari Ini: Di Angka Sembilan
“Apapun kita,
siapapun kita, janganlah kita sampai kehilangan perasaan sebagai manusia dengan
segala sifat manusia yang baik.”
Kontur alam memang ‘seakan’ bisa membuat hati ngilu karena
mereka sangat hebat dan megah. Dan itulah kenyataannya. Manusia ‘seakan’ dibuat tenggelam olehnya dan
mengakui mereka lebih dari segalanya. Bahkan rasa sekilas seperti itu pun
tampak, walaupun mungkin selintas. Tapi seandainya manusia itu mau merasai
alam, manusia itu pasti tidak akan sombong, pongah, merasa paling
penting(seandainya iya, lalu akan mengkerut lagi rasa itu), mau toleran dan
sifat-sifat seperti bumi lainnya. Karena
itu mungkin akhirnya orang-orang yang dekat dengan alam itu lebih ‘memiliki
rasa sebagai idealnya manusia.’ Yang tetap sadar kalau dia manusia, manusia
yang berakal budi.
Padahal sebagai manusia jaman
ini, kontak dengan alam pun dirasa semakin berkurang karena mungkin lebih dekat
gaya hidup yang praktis, cepat, kesenangan, kemewahan mahal yang mungkin jauh
bahkan jauh sekali dari kontak dengan alam. Mungkin akhirnya manusia akhirnya
kehilangan rasa sebagai manusia yang seharusnya sopan, seimbang, sabar, tidak
temperamental, tidak pamer otot, tidak mencibir, membaur. Bahkan anehnya
orang-orang yang tinggal di tempat alami pun tidak merasa memiliki keindahan alam
itu. Tidak ada perasaan menyatu. Apa karena terbiasa? Saya pikir karena mereka
tidak peka menggunakan indera mereka. Akhirnya mereka pun sama saja dengan
orang-orang di daerah lain. Mereka hanya hilir mudik saja. Tapi..saya pikir
juga mungkin karena mereka terbiasa.
Akhirnya setinggi-tingginya
kemampuan manusia, paling tidak dia bisa memanfaatkan apapun itu yang mereka
miliki di lingkungan atau rumahnya sendiri. Apapun itu yang berhubungan dengan
alam. Semisal menanam pohon di pekarangan, supaya lebih memanusiakan rasa
manusianya. Bersyukur bisa menanam di kebun luas, bersuka ria bisa menanami gunung, ber-euforia bisa menanam di pulau
miliknya, misalnya. Saya pikir, tak perlulah manusia berpikir macam-macam.
Maksimalkan apa yang mereka miliki, saya rasa itu cukup. Kalau bisa lebih,
anggaplah hal itu bonus yang diperoleh.
Karena harmoni manusia dengan
alam adalah hal yang utama sebagai upaya manusia supaya tetap bisa seperti
sifat-sifat manusia. Manusia itu adalah manusia yang berakal dan berbudi apapun
pilihan hidup mereka. Petani akan menjadi petani yang baik, pedagang akan
menjadi penjual yang baik, atlet pun akan menjadi atlet yang baik, bahkan
tukang kebersihan pun akan melakukan tugas sebaik-baiknya. Apapun
kita, siapapun kita, janganlah kita sampai kehilangan perasaan sebagai manusia
dengan segala sifat manusia yang baik.

