Sabtu, 18 Oktober 2014

Sesuatu Itu Berubah

Sesuatu Itu Berubah


Konon kata orang ada orang yang hobinya hanya berteori. Bahkan kemungkinan orang-orang ini banyak. Tapi banyak juga orang yang masuk dalam golongan para praktisi. Seharusnya para praktisi ini diberikan saja applause. Plok-plok-plok, yang semeriah mungkin. Tapi jangan lupa berikan siutan untuk para penteori  semeriah mungkin. Siut-siut-siut. Bagus!
Sesuatu hal yang sederhana, hanya ranting dan buah (Sumber gambar : koleksi pribadi)


Ketika seseorang yang masih berteori itu masih mengawang-awangkan teorinya tentunya masih ngawu-awu. Sesuatu hal yang begitu jauh di awan. Tapi sadarlah LAKUKAN. Itulah kunci terdahsyatnya. Mungkin tak semua orang memiliki kesempatan untuk mencobanya karena tak semua orang memilikinya. Sebab dengan melakukannya ada lebih banyak jalan untuk semakin mengembangkannya. Misalnya. Seseorang yang mungkin ahli sekali membuat perlengkapan rumah tangga seperti membuat meja, kursi, almari. Tapi setiap harinya dia hanya mengandaikan saja cara-cara membuat perlengkapan-perlengkapan tersebut tanpa membuatnya. Tapi entah karena dorongan apa kemudian dia gigih membuat barang-barang tersebut. Maka jadilah. Wow akhirnya berhasil. Kemudian ditawarkannya barang tersebut, ternyata beberapa orang meminatinya. Akhirnya dengan melakukan dia memiliki ide lain untuk memasarkannya. Benar bukan, ada jalan lain setelah mencoba. 
Sesuatu itu akan semakin berkembang (Sumber gambar : Google)


Terkadang rasa takut itu sangat manusiawi. Jadikan teman boleh supaya kita masih tetap memiliki sifat-sifat manusia yang memang wajar memiliki perasaan itu. Sebetulnya sebagai manusia itu sangat kompleks dan memiliki begitu banyak kepandaian tapi bedanya ada orang yang memanfaatkanya ada yang hanya sekedar memilikinya. Ya, paling tidak lakukan apa yang menjadi keinginan dan ambil kesempatan yang ada dari begitu banyak hal yang bisa didapat. Kebahagiaan kecil akan Anda kecup.
Bahagia itu ada tergantung dari cara seseorang melihatnya (Sumber gambar : Google)


Selasa, 07 Oktober 2014

Bodoh-bodohan




Bodoh-bodohan dan Pintar-pintaran

 
(Sumber gambar: DW Indonesia)
Semakin banyak orang pintar maka orang akan pintar-pintaran. Maksudnya melakukan segala hal dengan kepintarannya untuk menjadi yang terpintar akhirnya wow tercapailah tujuannya. Entah dengan cara baik atau mungkin dengan membuat orang lain berduka bahkan menyakiti. Tapi apa itu bodoh-bodohan. Itu antonim dari pintar-pintaran atau dapat dikatakan kebalikan dari pintar-pintaran. Tapi dengan sedikit permakan menjadi  orang bodoh saja bisa berpikir demikian apalagi orang pintar apa ya isi otak mereka.

Mari kita bodoh-bodohan saja!

Saya sudah melihat begitu banyak orang yang melakukan hal yang sama. Mulai dari kerabat, sahabat, teman, orang yang kebetulan lewat, dan orang yang tak sengaja memang saya lihat secara bodoh-bodohan saya bisa mengambil kesimpulan orang akan mengorbankan orang lain dan tak mau mengorbankan dirinya untuk orang lain.

Anda mungkin tertawa, hey itu biasa,  dimana pun orang akan seperti itu, coba cari di neraka orang akan seperti itu bahkan mungkin di dunia lain.

Coba hentikan senyum mengejek kalian bukankah spirit kebaikan dengan adanya sikap mau berkorban untuk orang lain dan agar berbuat baik pada orang lain?

Tapi ya sudahlah,  secara bodoh-bodohan saja sudah seperti ini apalagi kalau secara pintar-pintaran. Soalnya dengan kesimpulan yang saya kemukakan tersebut hasilnya akan begitu banyak orang yang terluka, tak ada tawa bahkan yang ada terkadang hanya biluran biru yang menetap. Bukankah yang menetap itu lebih buruk daripada kehilangan? Bahkan mungkin dengan memakai krim malam sepuluh tube sekalipun kok tidak sewarna juga.

Memang inilah pemikiran bodoh-bodohan, bukan pemikiran orang pintar apalagi orang politik, ilmuwan antariksa, ahli nuklir bahkan ahli perbintangan. Am I wrong?