Jumat, 06 Februari 2015

Sisa Hidup Yang Bahagia



Sisa Hidup Yang Bahagia
 
Kucing kecil, anak kecil itu jujur. Tak ada salahnya meniru semangat mereka.
Selepas seseorang menjadi manusia yang beradab pada Tuhan, dalam arti melaksanakan perintahnya dan menjauhi segala larangannya dan berusaha menjadi baik dan beradab maka orang harus sadar juga kalau dia hidup di alam kini. Dia telah diberi Tuhan jatah umur entah sampai kapan dia akan menjalaninya. Orang hanya berharap selamanya dia akan sehat dan sejahtera.

Kalau berbicara masalah usia, saat ini seseorang  masih memiliki sisa umur yang masih harus dijalani. Alangkah bahagianya kalau hidup seseorang itu sudah lengkap dan telah menjalani kehidupannya secara membahagiakan. Tapi seandainya tak seberuntung  itu tak harus hidup itu dilalui dengan menggerutu dan merasa menjadi manusia tak beruntung. Semua manusia itu beruntung telah  diberi Tuhan dengan kehidupan yang lengkap. Lihatlah alam betapa berwarnanya, warna pemikiran, pengalaman baru dan memiliki harapan. Dan masih banyak lagi.

Untuk itu sadarkan seseorang harus berkomitment dan sadar sekali atas harapannya. Keinginan mendasarnya. Dan agar dia menyadari benar dan tidak munafik terhadap dirinya. Akan terdapat beda keinginan dan harapan antara satu orang dengan yang lain. Sadari sekali itulah yang diinginkannya.  Jangan lukai diri sendiri dengan hal-hal yang dipaksakan terhadap diri. Mungkin pada awalnya itu menyenangkan karena akhirnya bisa sama dengan yang lain tapi hal tersebut sebenarnya melukai dirinya sendiri. Karena orang memang tak sama. Diri sendiri akan beda dengan yang lain.  Hidup orang pun akan beda dengan yang lain. Jangan paksakan hal yang memang tak sesuai dengan hati. Hal tersebut justru akan menyiksa jiwa dan raganya. Bukan bahagia yang didapat justru kesengsaraan. Karena terkadang seseorang melupakan kata hatinya. Hatinya sudah mengatakan ‘tidak’ tapi justru tak didengar.

Dan supaya hati seseorang selalu benar tak lupa untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Hidup akan terasa berisi dengan kekuatan dari anugerah yang diberikan, sampai waktu terakhir yang diberikan Nya.