Secangkir Bahagia
Bersamaan dengan Bulan Ramadhan
ini seluruh umat muslim di dunia ini melaksanakan puasa secara penuh. Ya, bulan
Ramadhan bulan di mana keberkahan melimpah dan banjir hadiah dari Tuhan. “Tak apa, asal ganjarannya”. “Tapi aku lapar”, kata
umat yang lain. “Ah, bukan masalah untukku. Tidak penting untukku”, kata umat muslim yang lainnya
bersahutan.
Namun apapun itu, itu masalah besar
jika umat muslim sendiri mengacuhkannya. Bagaimanapun itu hari-hari memang
masih sama bahkan orang bekerja pun tak seluruhnya mendapat dispensasi kerja.
Hanya ada keistimewaan yaitu setiap sore
makanan selalu saja ada berupa makanan kecil, minuman bahkan makanan besar yang
mengenyangkan. Wah makanan yang seharga itu diberikan secara gratis selama
sebulan …banyak lagi. Itulah sekelumit indahnya hari ini. Memang beda dengan
bulan lainnya. Itu yang terjadi di sini. Di Indonesia.
Namun saya sedih juga di bulan
ini juga banyak terungkap kejadian seperti terbukanya di media kalau di lembaga
resosialisasi dan rehabilitasi para terhukum ternyata terjadi hal-hal yang
membuat nelangsa. Sebagai warga biasa saya begitu terenyuh mendengarnya.
Namun saya juga melihat sisi lain
dari bahagianya seorang anak kemarin
ketika mendekap sebuah selop biru navy
seolah-olah itulah kesayangan dan cintanya. Sesuatu yang seakan tergantikan.

