Rabu, 02 Desember 2015

Yang Terdalam di Awal Desember



Yang Terdalam, di Awal Desember
 
Ada begitu banyak apel di sana, berilah satu untukku(Sumber gambar: Google)
Terkadang sedih juga melihat ketidakadilan. Di satu sisi dengan porsi posisi yang sama dan kerja yang sama mereka dapat dikatakan mendapatkan semuanya. Sementara itu rekannya masih harus bertanya-tanya dalam kesehariaannya untuk kelangsungan hidupnya. Padahal perlu digaris bawahi tugas, tanggung jawab, kewajiban mereka sama. Sama lho ya!

Terkadang tertawa juga melihat orang-orang yang beruntung itu. Beruntung karena tidak semua orang bisa seperti mereka. Pernah seseorang itu pernah bercerita memang secara nominal di awal bulan luar biasa banyak namun jumlah itu katanya langsung habis untuk berbagai keperluan. Dia pun menceritakan  masalah pribadinya secara lebih detail.
 
Selalu menarik membicarakan apel (Sumber gambar : Google)
Hahaha ya tak apa-apa semua orang pasti memiliki kepentingan dan kebutuhan. Tapi kalau dipikir-pikir kok bisa beda ya. Tapi untungnya tak semua orang lantas melow dengan keadaannya. Hidup masih harus terus berjalan dan yang masih harus ditapaki masih jauh walaupun masih berapa puluh kilo lagi bahkan lebih. Dan ketidakadilan ini sudah menjadi rahasia umum, namun banyak pihak yang tak tanggap, maka terserahlah.

Mungkin setelah semuanya, si pelaku-pelaku tadi seolah menguap lalu menghilang barulah sistem akan kalang kabut. Karena terkadang orang diam itu bukan karena mereka menyerah tapi sebenarnya mereka sedang berpikir keras. Namun juga bisa diartikan mereka kini sudah menyerah dan capai untuk berontak. Jadi tinggal melihat waktu saja apa semuanya akan tetap sama, dan siapa yang masih kuat untuk bertahan. Soalnya kalau kita berbicara masalah profesionalisme juga harus diimbangi dengan profesioanalisme yang seutuhnya. Bukan hanya selalu berbicara masalah kewajiban tapi juga berbicara masalah hak.