Kucing dan
Ayam
![]() |
| Tidakkah aku terlihat tampan?Bagaiman-bagaimana... (Sumber gambar : google) |
![]() |
| Kita begitu manis,...(Sumber gambar : Google) |
![]() |
| Bisa-bisanya ada yang mau menyakitiku (Sumber gambar : Google) |
Coba
lihat aku! Coba lihat mataku. Aku sedang sedih. Bagaimana tidak, aku harus
memikirkan banyak hal. Begitu banyak hal. Tapi eh, tidak, itu tak kuanggap, tak
kupikir. Entah lah, apa yang kupikirkan. Mungkin hal sepele pun membuatku terkejut.
Mungkin ini membuatku shock therapy.
Tapi ah tidak, semua itu tak kupikirkan. Lantas apa mauku? Biasanya aku ada di
sini, tapi tidak hari ini. Apakah itu yang membuatku sedih? Kupikir bukan.
| Lihatlah mataku, ada apa di mataku? |
Kenapa
tiba-tiba semuanya menjadi begitu gelap. Tapi bukan karena akan hujan atau pun
sedang berada di kegelapan. Begitu juga
hatiku pun sedang tidak gelap. Semuanya normal. Bahkan sangat normal. Tidakkah
ini keadaan sangat hebat? Tidak setiap hari mengalaminya. Ya, kupikir semuanya hanya
perlu dinikmati saja. Bukankah kita, para kucing, pernah mengalaminya? Tapi
mungkin hanya aku yang membahasnya dan melebih-lebihkan. Ah, biarlah. Biar
manusia tahu kalau kucing pun bisa merasa. Merasa. Merasa adalah hak makhluk
secara universal.
Hai
ayam, apa yang kau lihat? Kau ingin tahu sekali.
![]() |
| Masak aku dikatakan kepo, 'ingin tahu saja'. Apa iya? |
.




