Jumat, 13 Oktober 2017

Keluarga Adalah Tempat Yang Terbaik



Keluarga Adalah Tempat Yang Terbaik


 
Tanah air saya..Indonesia dan harapan tentangmu (Sumber gambar: Google)
"Saya akhirnya pun kini harus berpikir ulang, betapa beruntungnya memiliki keluarga yang berpikir ‘lurus dan benar’ walaupun ada segunung es yang terkadang membekukan hati.  Karena jurang-jurang itu hanya ada di luar sana, walaupun kursi itu  tak seempuk awan putih, tapi tempat itulah, tempat kembali".---Nugraheni Eri

Hai semuanya!
Akhirnya setelah berbulan-bulan akhirnya dibulan inilah saya bisa memiliki tenaga kembali untuk menyapa kalian semuanya. Senang rasanya memberikan pikiran saya ke kalian semunya.

Ini bermula di suatu daerah yang sering dicap sebagai daerah yang mungkin menurut saya sebagai daerah yang ‘kurang baik’. Bahkan pengetahuan itu pun saya peroleh dari orang lain yang tidak ada kaitannya dengan daerah tersebut. Saya jadi berpikir, apa benar ucapan orang tersebut atau memang begitu terkenalnya tempat itu. Lambat laun daun-daun informasi mulai berjatuhan entah diperoleh dari saudara dekat, saudara jauh, orang lokal, bahkan pendapat dan pengamatan langsung dengan sikap orang daerah tersebut. Hmmm ..jika kau biasa berpikir lurus dan benar apapun itu ‘sesuatu’ yang tidak lurus pasti akan terlihat juga. Hmm..ya. Mungkin inilah karakteristik daerah tersebut dan spesifikasi daerah itu. Ya, begitulah hebatnya angin yang lewat begitu saja.  Tapi setelah saya timbang-timbang daerah itu saya pikir, mirip juga dengan beberapa daerah lain tapi yang membedakannya mungkin orang-orangnya. Apakah begitu ‘sakit’ nya orang-orangnya, atau ‘jalan pintas’ kah, atau begitu maraknya ‘penyakit hati’ orang-orangnya? Hmm..apakah…?

Ya, saya  hanyalah sekeping nyawa milik Tuhan dan kelak saya pun akan kembali padaNya. Saya sebenarnya merasa seperti atom ditengah besarnya batu-batu yang terlihat begitu besardan raksasa. Tapi sudahlah, Tuhan Maha Besar, Tuhanlah yang akan melindungi siapa saja yang minta pertolongan dan orang sebenarnya hanya diwajibkan takut pada Tuhan saja.

Saya punya harapan besar semoga gambaran daerah tersebut bukanlah gambaran Indonesia secara keseluruhan. Hidup ini sudah begitu rumit dan sulit kenapa harus ditambah dengan drama yang sengaja ditambah oleh para pemainnya? Dan saya pun tak habis pikir, betapa bertenaganya mereka melakoni drama yang mirip seperti dalam dongeng sebelum tidur seorang anak kecil dengan harapan mereka bisa menjadi godzilla yang manis dan lucu. Itu ada, karena manusia itu memang berbeda, dan saya pikir spesifikasi manusia itu hanya terjadi di kalangan tertentu itu saja, tidak dikalangan luas apalagi di negeri ini bahkan di dunia. Semoga. Dan harus.

Saya akhirnya pun kini harus berpikir ulang, betapa beruntungnya memiliki keluarga yang berpikir ‘lurus dan benar’ walaupun ada segunung es yang terkadang membekukan hati.  Karena jurang-jurang itu hanya ada di luar sana, walaupun kursi itu  tak seempuk awan putih, tapi tempat itulah, tempat kembali.