Sesuatu Yang Menyedihkan (2)
“Dalam
menghadapi musibah semua orang harus sadar kalau mereka harus menomor akhirkan
ego mereka. Semuanya harus berseru kalau mereka harus bersatu mengalahkan
perbedaan di antara mereka.”
Karena terlalu sedih lelaki kecil
itu tak tahu harus berdoa apa untuk kesedihannya. “Ya Tuhan, lindungilah, beri
jalan keluar dari masalah dan berilah kesehatan untuk keluargaku.” Lindungilah
keluargaku. Tegasnya.
Ketika dilihatnya langit semakin
mendung dan ingin menjatuhkan bebannya yang semakin berat. Air. Lelaki kecil
itu menemui kembali ayahnya yang masih saja duduk berjemur di beranda.
“Ayah, bendungan sebentar lagi
runtuh tidakkah kita harus meminta bantuan warga sekitar sini untuk
memperbaikinya, Yah!” tanya lelaki kecil ini panik. Dan hujan pun turunlah.
“Mana? Hari ini cerah.”
Lelaki kecil itu berlari
tergopoh-gopoh bagai orang bodoh pergi ke sungai belakang. Beberapa warga di
sepanjang sungai dan warga sekitar
tempat tersebut bersama-sama memperbaiki tanggul yang sudah mulai retak dan runtuh.
Ada yang menahannya dengan kayu, ada yang mencari ganjalan raksasa, memberi
sabuk pengaman, bahkan pasang badan untuknya. Dramatis sekali.
“Memang kita harus bersatu.”
Celutuk salah satu warga.
Dalam menghadapi musibah semua orang harus
sadar kalau mereka harus menomor akhirkan ego mereka. Semuanya harus berseru
kalau mereka harus bersatu mengalahkan perbedaan di antara mereka. Bagaimana
menurut Anda?
