![]() |
| Di antara sahabat...(Sumber gambar : Google) |
Manusia Biasa
![]() |
| ..hanya kaulah yang paling mengerti. |
Setiap orang selalu melangkah.
Melangkah ke segala hal dan segala penjuru. Ketidakyakinan, keraguan, tanda tanya
adalah teman. Walaupun itu seakan teman yang membebani bahkan terkadang begitu
memberatkan pada langkah yang masih pendek dan kecil.
Tahukah teman, rasanya diantara
dua garis yang bertolak belakang itu? Antara sebuah keyakinan dan sebuah
ketidakyakinan. Engkau akan melayang-layang diantara dua garis tersebut bahkan
mungkin akan habis tenaga kita karena kau merasa bukan teman keduanya.
Orang lalu akan menyebutmu bodoh. Bahkan
orang terbodoh dari segala manusia itu mengatakan ‘mati aja loe’.
Itulah sulitnya sebuah keyakinan
untuk ‘manusia biasa’. Manusia tanpa zat adiktif, tanpa zat pengawet, tanpa zat
pewarna hingga dikatakan manusia dengan kemampuan yang biasa-biasa saja. Bukan
manusia super yang memiliki alat detector, radar bahkan penghilang jejak.
Manusia biasa bukan super hingga tidak memiliki segala ke-super-an yang
menjadikan mereka berpikir fokus dan jauh kedepan bahkan berinovasi merubah
dunia.
Hanya saja banyak orang hanya
bermula dari sekedar tahu. Namun lama kelamaan dari tahu tersebut mereka akhirnya
melakukan kenekatan yang bukan kebiasaannya berusaha agar lebih tahu lagi.
Konon orang menyebutnya menjadi sebuah keyakinan untuk memulai. Dia tidak lagi
berputar-putar di ruang hampa antara keyakinan dan ketidakyakinan walaupun jika
dia mau jujur dia lebih pada perasaan tidak mampu.
Itulah hakekat hidup untuk
manusia biasa yang selalu berkutat pada hal-hal biasa yang dianggapnya sebagai
sebuah kesulitan. Karena si manusia ini pun juga merasa dia bukan manusia
super. Orang-orang super mungkin akan melihatnya sebagai orang yang kurang
perhitungan. Tapi ada beberapa manusia super super yang menganggapnya dia
cerdik. Itulah seninya hidup, melihat dari sudut yang selalu berbeda.


