Orang Baik VS Orang Buruk
![]() |
| Sumber gambar : Google |
Orang baik menurut kaca mata
universal adalah sama. Saya kira di dunia manapun hal tersebut sama. Hanya
sebagai pribadi subjektivitas rumit seseorang terkadang lebih jalan. Seperti
halnya dalam memilih teman, memilih fungsi sebuah barang, bahkan berbagi dan
membantu orang lain.
Tapi sakitnya kalau seseorang itu
sudah membentuk kelompok tertentu. Masing-masing kelompok merasa merekalah ‘orang
baik’ dan menjelek-jelekkan kelompok
lain yang tentu saja dianggap sebagai ‘orang buruk’. Ini gampangnya terjadi di
dalam lingkaran kehidupan manusia. Dalam dunia remaja, kehidupan sehari-hari
bahkan dalam pergaulan orang-orang dewasa. Yang sakit dan sadar betapa banyak
orang-orang buruk yang memusuhi orang baik tentu saja kelompok yang tertindas.
Dan orang-orang yang tertindas itu biasanya mereka ini ‘orang-orang baik’
secara universal.
Karena itulah bondo nekat orang yang jelas-jelas tidak
kelihatan menjadi ‘orang baik’ atau ‘orang buruk’ menjadi pemeriah suasana.
Merekalah yang paling fleksibel mengambil semua kesempatan. Kesempatan dunia.
Kesempatan-kesempatan besar yang seharusnya diambil ‘orang baik’ agar
memperbaiki dunia.
Mungkin selorohan saya ini tanpa research atau hal yang semacamnya. Saya
hanya sekedar menulis saja apa yang ingin saya tulis. Tanpa ada tendensi
apapun.

