Hidup Untuk Tingkat Yang Lebih Tinggi
![]() |
| Walaupun hidup ini indah menurut berbagai versi jangan lupa untuk pencapaian kehidupan yang lebih tinggi (Sumber gambar : Google) |
“Ketika
disakiti atau didholimi bisa menahan diri, sabar dan tidak marah tapi justru
memaafkan dan tidak membalas orang-orang yang mendholiminya.”
Saya beberapa waktu yang lalu
pernah menulis di blog ini juga yang berjudul “Jangan Sok Pahlawan Loe”. Itu
adalah tulisan ekspresi dari sisi rasionalitas seorang manusia biasa. Secara
ternalar seseorang akan lebih mementingkan kebutuhannya sendiri, bahkan mungkin
kalau seseorang itu mencubit akan dibalas dicubit juga. Itu sangat manusiawi.
Tapi untuk kali ini saya akan
menuliskan untuk sesuatu hal yang sulit sekali dilakukan oleh seorang manusia.
Tindakan ini serupa dengan tindakan para nabi. Sulit sekali bahkan untuk jaman
sekarang lebih ke arah jarang karena orang lebih mengedepankan balasan instant.
Tapi bukannya tidak mungkin dilakukan manusia, tapi hanya manusia-manusia yang
bisa mengendalikan dirinya saja yang sanggup. Tapi untuk urusan ini seseorang
harus melepaskan diri dari praktik pencitraaan yang saat ini marak terjadi
supaya dianggap baik, supaya disukai banyak orang, supaya gampang mendapatkan
pengikut. Praktek ini lebih mengedepankan hubungan pribadinya hanya kepada
Tuhannya tidak ada aspek keduniawian.
Kenapa saya katakan begitu
detailnya seperti itu. Karena saking sulitnya dilakukan oleh manusia seperti
saya bahkan Anda-anda sekalian. Hanya manusia yang ikhlas, sabar dan bisa
menahan diri yang sanggup. Dan yang perlu digaris bawahi adalah adalah tanpa
tendensi. Keduniawian bukan apa-apa lagi untuknya. Tapi jangan serta merta
mengatakan Anda serupa nabi karena bisa melakukannya? Itu lebih salah kaprah
lagi. Bingung? Hanya orang-orang tertentu yang bisa paham kata-kata saya ini.
Baiklah, tindakan itu adalah
“Ketika disakiti atau didholimi bisa menahan diri, sabar dan tidak marah tapi
justru memaafkan dan tidak membalas orang-orang yang mendholiminya.” Kuno? Itu
mungkin persepsi Anda. Itulah kenapa semakin banyak orang-orang berperangai
buruk di dunia ini karena semakin meninggalkan tindakan tersebut. Memang hanya orang-orang
yang berusaha sekuat tenaga mendekatkan diri pada Tuhannya yang mendapat
petunjuk.
