Ketika Tersesat
![]() |
| Temukan tempat indah dari ketersesatan. Tapi bagaimana dengan perasaan tersesat...(Sumber gambar : Google) |
"Sebetulnya ingin sekali membuat
memakai bahasa lain tapi rasanya sedang tak punya tenaga. Sulit sekali membuat
ejaannya." Wah, wah…
Cara tergampang ketika tersesat,
ya bertanya. Bertanya ke orang yang ditemui ke siapa saja tanpa pandang bulu.
Tapi lihat-lihat juga kira-kira siapakah orang yang kita tanya. Pernah saya
mendengar cerita seseorang kalau dia katanya lebih baik tersesat daripada
bertanya. Memang hal apapun itu kembali ke pribadi masing-masing.
Bertahun-tahun yang lalu ketika
masih kecil dulu saat jaman masih damai belum ada hingar bingar yang
keterlaluan saya dan dua teman saya pulang dari rumah sakit sepertinya dulu itu
menjenguk guru yang sakit. Kebetulan jalur pulang saya tidak searah dengan
teman-teman saya tersebut. Di jalan, saya menyetop sebuah bis yang saya anggap
itu sudah benar. Ternyata tak kuduga dan tak kusangka bus itu melesat jauh dari
jalur yang kukira benar. Baru saya sadari itu setelah mereka-reka jalan yang
terasa begitu asing dan lengang tapi sudah terlambat. Untuk usia sekecil itu panik
terasa bagaikan sebuah perasaan hilang dan tak mungkin kembali. Saya berusaha
bertanya dan dengan jawaban yang sudah kuduga. Saya benar-benar tersesat. ‘Jangan
kuatir ya dik, nanti lewat jalan itu kok. Enak-enakin ya duduknya!’ Dan ketika
akan dibayar Pak kondekturnya menolaknya. Kupaksa tapi tetap tak mau. Pak
kondektur anda baik hati sekali. Waktu terasa sangat panjang. Dengan perasaan
bercampur baur dan duduk yang ditenang-tenangkan akhirnya sampailah di jalan
yang kudamba-dambakan, jalan yang begitu dekat di hatiku ketika waktu sudah
merambat ke seperempat malam. Bangku semen yang pertama kulihat seketika itu
juga ingin serta merta kulestarikan dari pelebaran jalan, dan yang lebih
mengharukannya ibu dan ayahku dari balik bayangan pepohonan gelap sudah lama
menungguku tersenyum menyapaku. Terasa begitu nyaman dan tenang.
Sebenarnya malu, tapi karena
situasi tak mendukung untuk perasaan itu maka hal tersebut benar-benar terasa
sebagai sebuah perasaan biasa saja. Hanya itu. Jadi dapat disimpulkan anak-anak kecil mungil itu sebenarnya bisa
bersikap bijak juga.
Apapun itu perasaan tak nyaman
akan timbul ketika seseorang menemui situasi asing. Tapi perkecualian, bagi seseorang
yang terbiasa situasi apapun itu bukan pencetusnya.

