Life is Simple
“Hidup
itu mudah tapi orang lebih sering mempersulitnya”
Lakukan apa yang sekiranya kita
bisa, itulah resep ampuh yang bisa dijalani seseorang tanpa harus tertekan,
depresi bahkan nyaris bunuh diri. Tak ayal lagi semua akan menjadi seindah suasana
pagi i dengan udara segar, langit cerah, daun-daun hijau segar nampak berembun
dan tanah yang nampak segar. Semuanya terasa alami. Pastilah aka nada semburat
merah jambu di pipi kita karena bahagia.
Wajah sangar, kulit yang memerah
karena marah hingga membuat depresi bahkan rambut rontok karena seolah asa kita
patah, akan begitu jauh dari kisah hidupnya.
Memang, janganlah menggampangkan
hidup karena hidup kita harus kita jalani secara serius tanpa kecuali untuk hal
besar maupun kecil sekalipun. Tapi yang saya maksudkan di sini lakukan sesuai dengan ke-bisa-an kita dan
hidup sesuai dengan kemampuan yang kita miliki saja. Seandainya pendapatan kita
sederhana tak apa kita hidup secara minimalis, seandainya seseorang itu punya
kepandaian membuat kursi maupun peralatan rumah tangga tak ada salahnya jika
orang tersebut menjadi pengrajin. Lakukan banyak hal yang akan membuat hidup
bahagia dan menyenangkan. Seandainya seseorang itu hanya punya kemampuan makan
dengan lauk ala kadarnya jangan lantas menambah beban hidup dengan membeli
peralatan rumah tangga canggih yang pekerjaanya bisa dia lakukan tanpa
peralatan tersebut meskipun secara mengangsur sekalipun. Ga usah gengsi dengan
keadaan hidup kita sendiri.
Namun jika seseorang tersebut
telah hidup berkecukupan janganlah sungkan untuk hidup sederhana dan jangan
menambah beban berat alam ini karena ulah kita. Bersepedalah atau berjalan
kakilah sambil mengolahragakan badan kita agar senantiasa segar dan sehat.
Dear, janganlah mempersulit diri kita dan janganlah jadi budak dari
tehnologi secara bulat-bulat. Hidup itu akan indah kalau seseorang itu hidup
sederhana dan tidak berlebihan. Sesederhana mungkin …itu lebih baik.


