KEPERCAYAAN BUKAN UNTUK
DILANGGAR
![]() |
| Norak amat loe kalau ngomong (Sumber gambar : Google) |
Rasa-rasanya statement ini so clise. Terlalu datar dan terlalu
biasa. Bahkan untuk saat ini terdengar terasa menggurui. Tapi bagi orang yang merasa
teraniaya dengan pernyataan itu rasanya so
heavy. Bahkan ketika dipertemukan dengan uang yang lumayan menggiurkan pun
rasanya tak berasa.
Ketika seseorang diberikan
tanggung jawab tentu pada dasarnya orang akan berusaha melaksanakannya. Namun
masalahnya dia akan berusaha melaksanakannya atau mungkin sambil lalu saja.
Tapi katakanlah kita berpikir semua orang akan melaksanakannya, anggaplah
karena orang tersebut memiliki perasaan, nalar, pengetahuan, moralitas, agama,
dan berbagai hal pendukung lainnya. Tapi
katakanlah apa yang dilakukan demi tanggung jawab itu sudah maksimal, bahkan
sudah lakukan yang terbaik. Namun hal tersebut seolah-olah ternoda karena orang lain
seolah-olah menyepelekan bahkan tak menganggap apa yang telah dia lakukan.
Rasa-rasanya itu benar-benar menghina kemampuan orang tersebut.
![]() |
| Kehidupan ala pengiun di lautan es yang dingin mencekam (Sumber gambar : Google) |
Si korban tersebut tentu akan
bertanya-tanya apa ‘dia harus berpikir dia itu tidak berguna’ atau bahkan
mungkin berpikir dramatis ‘orang yang menghina dia tidak bermoral atau mungkin
dia sendiri pelaku pelanggaran tanggung jawab’. Katakanlah kita berpikir jika apa yang yang dilakukan korban
hasil kerjanya sudah bagus. Tapi cobalah si pemberi tanggung jawab itu
seharusnya berpikir dulu sebelum berucap hal yang tak mengenakkan tersebut.
Soalnya tanggung jawab itu ada batasnya bukannya tak terbatas. Karena setiap
manusia itu punya kehidupan sendiri tak profesional rasanya jika hidupnya
pribadi seseorang menjadi ikut serta carut marut dibuatnya. Hanya karena
penilaian yang tak profesional bahkan bisa berbau subjektif.
Memang manusia siapapun itu
memiliki beban bahkan mungkin beban seseorang itu rasa-rasanya tak tertahankan.
Tapi ingatlah tidak hanya dia sendiri di dunia ini yang memiliki beban bahkan
anak kecil yang baru tahu kalau ibu-bapaknya ribut teruspun memiliki beban. Tak
ada seorang pun di dunia ini yang tak memiliki beban.
Jadi bijaklah! Orang itu semakin
tinggi semakin tinggi juga harapan orang atas tuntutan kebijaksanaan untuknya, semakin berharaplah orang untuk ‘toleransinya’,
bahkan kalau dia mumpuni orang akan bersedia berbagi beban dengannya. Akan
banyak doa yang teriring untuknya kalau dia tepat dalam bertindak. Jadi
bijaklah!
![]() |
| Untungnya kebaikan masih ada. Aku percaya itu (sumber gambar : Google) |

