Kualitas itu..begini..begitu
![]() |
| Bagaimana rasanya sunyi, maka jadilah sunyi. Bagaimana rasanya menjadi zombie jadilah zombie (Sumber gambar : Google) |
Seperti halnya sesuatu hal
yang seharusnya yang menjadi nyata memang luar biasa. Semua orang ingin
menjadi seperti itu. Tapi kata seharusnya ini
terkadang menimbulkan tanda tanya dan dugaan. Yang seharusnya berarti yang bisa
cepat beradaptasi dengan keadaan. Keadaan di sini berarti kondisi saat ini
atau saat kejadian itu berlangsung. Dan telah terbukti dengan pengalaman kalau
kondisi bisa diatasi dengan pas. Dan sudah seharusnya cara-cara itu
dipertahankan. Jadi dibuatlah suatu ‘itu yang mungkin baru’ agar pas dengan
setelan yang telah terbukti ketangguhannya. Jadi hal baru itu kira-kira yang
bisa nurut dengan hal-hal yang telah
terbukti ketahanannya tersebut.
Orang-orang yang bisanya berpikir
dangkal bisanya hanya merenungi nasib dan merasa seandainya bisa seperti yang seharusnya tidak seaneh dan begitu
tajamnya keadaan. Dunia menjadi lebih indah dengan yang seharusnya. Sebaliknya orang-orang yang semakin terpuruk, walaupun
dunia belum kiamat tapi sudah sejak lama dunia mereka sudah kiamat. Mungkin dapat dikatakan mereka seperti
zombie. Hanya bedanya mereka para zombie ini tidak menularkan virus berbahaya, tapi yang sudah seharusnya
itulah yang akan mematikan para zombie. Sebagai orang yang tak punya asa
(harapan) lagi mereka ini memang hidup tapi telah diharapkan mati. Mereka ini tidak putus asa tapi hanya
bertanya-tanya ‘teganya manusia dibuat hidup tapi tidak hidup’. Mungkin
akhirnya banyak orang mengatakan mereka ini lemah dan pengecut. Tapi bukankah
jika pada awalnya manusia itu lahir selalu punya keinginan? Mungkin keadaanlah
yang telah membentur-benturkannya hingga mereka gegar otak. Atau mungkin ada
faktor-faktor lain seperti dalam isi cerita film bahkan sinetron di televisi.
Memang menjadi manusia biasa itu sangat rumit. Semuanya tidak terkontrol.
Ini bukanlah pembelaan para
zombie, tapi mengingatkan sesempurna-sempurnanya hidup si yang seharusnya sudah sepantasnya mereka
bersyukur atas apapun yang mereka punya karena para zombie itu sampai berliur
melihat mereka. Karena yang seharusnya memang seperti bintang berkerlip indah.
Dan para zombie pun tingkah mereka ini sebenarnya wajar tapi dianggapnya
tidak wajar. Zombie hanya akhirnya
pasrah untuk berkata, ‘anggap saja itu adalah tingkah kita karena kita sedang
sekarat.’
Sedih memang mendengar cerita
ini, tapi dalam kenyataan itu selalu
saja ada orang yang kalah. Dan kalah itu membekas hingga mati.
