Sabtu, 25 November 2017

Kualitas itu..begini..begitu



Kualitas itu..begini..begitu


Bagaimana rasanya sunyi, maka jadilah sunyi. Bagaimana rasanya menjadi zombie jadilah zombie  (Sumber gambar : Google)

Seperti halnya sesuatu hal yang  seharusnya yang menjadi nyata memang luar biasa. Semua orang ingin menjadi seperti itu. Tapi kata seharusnya ini terkadang menimbulkan tanda tanya dan dugaan. Yang seharusnya berarti yang bisa cepat beradaptasi dengan keadaan. Keadaan di sini berarti kondisi saat ini atau saat kejadian itu berlangsung. Dan telah terbukti dengan pengalaman kalau kondisi bisa diatasi dengan pas. Dan sudah seharusnya cara-cara itu dipertahankan. Jadi dibuatlah suatu ‘itu yang mungkin baru’ agar pas dengan setelan yang telah terbukti ketangguhannya. Jadi hal baru itu kira-kira yang bisa nurut dengan hal-hal yang telah terbukti ketahanannya tersebut.

Orang-orang yang bisanya berpikir dangkal bisanya hanya merenungi nasib dan merasa seandainya bisa seperti yang seharusnya tidak seaneh dan begitu tajamnya keadaan. Dunia menjadi lebih indah dengan yang seharusnya. Sebaliknya orang-orang yang semakin terpuruk, walaupun dunia belum kiamat tapi sudah sejak lama dunia mereka sudah kiamat.  Mungkin dapat dikatakan mereka seperti zombie. Hanya bedanya mereka para zombie ini tidak menularkan virus berbahaya, tapi yang sudah seharusnya itulah yang akan mematikan para zombie. Sebagai orang yang tak punya asa (harapan) lagi mereka ini memang hidup tapi telah diharapkan mati. Mereka ini tidak putus asa tapi hanya bertanya-tanya ‘teganya manusia dibuat hidup tapi tidak hidup’. Mungkin akhirnya banyak orang mengatakan mereka ini lemah dan pengecut. Tapi bukankah jika pada awalnya manusia itu lahir selalu punya keinginan? Mungkin keadaanlah yang telah membentur-benturkannya hingga mereka gegar otak. Atau mungkin ada faktor-faktor lain seperti dalam isi cerita film  bahkan sinetron di televisi. Memang menjadi manusia biasa itu sangat rumit. Semuanya tidak terkontrol.

Ini bukanlah pembelaan para zombie, tapi mengingatkan sesempurna-sempurnanya hidup si yang seharusnya sudah sepantasnya mereka bersyukur atas apapun yang mereka punya karena para zombie itu sampai berliur melihat mereka. Karena yang seharusnya memang seperti bintang berkerlip indah. Dan para zombie pun tingkah mereka ini sebenarnya wajar tapi dianggapnya tidak wajar.  Zombie hanya akhirnya pasrah untuk berkata, ‘anggap saja itu adalah tingkah kita karena kita sedang sekarat.’

Sedih memang mendengar cerita ini, tapi dalam kenyataan itu selalu saja ada orang yang kalah. Dan kalah itu membekas hingga mati.