Hujan
Hore!!! Hujan turun siang ini, tepatnya
jam 13:10 walau tak deras tapi mendinginkan. Tak seberapa tapi menentramkan.
Tentu banyak doa-doa yang telah terlontar hari ini. Doa yang kan terjawab atau
ditahan oleh Pencipta. Tapi yang pasti seiring jalannya waktu arti akan hujan mungkin
akan sedikit bergeser. Entah bergeser ke sisi kiri atau kanan bahkan sisi lain.
Bagi si remaja atau dewasa muda mungkin hujan itu merupakan sesuatu yang romantis.
Bahkan tercipta jutaan keindahan karenanya. Tidak hanya tik-tik titikan air
tapi memiliki arti yang lebih dari sekedarnya. Ya, benar unsur rasa dan itu
terlalu subjektif.
Namun seiring dengan pertambahan
usia hujan memang masih spesial namun lebih pada realitanya . Dampaknya. Hujan membuat
cucian basah maka terjadilah gambaran perbedaan yang nyata. Si remaja akan
melepas payungnya lalu berhujannya-hujannya supaya merasakan damainya air
hujan, dan romantisnya titikan air tapi bagi ibu-ibu, mereka akan berlarian berdebum-debum mengambili
cucian kering jangan sampai kebasahan. Tak terpikirkan tetes-tetes air itu
begitu romantis bahkan tak terlihat lagi turunnya pun terlihat dramatis jika
diperlambat. Tes, tes, tes. Tapi yang pasti euforia atas turunnya sang hujan
kali ini benar-benar bagaikan hadiah setelah berbulan-bulan lamanya kemarau
panjang. Bahkan kini para relawan pembawa air agak bisa bernafas lega karena
tugas mereka tentu saja tak seberat
kemarin bahkan mungkin akan bebas tugas.
Banyak harapan dan begitu banyak
pengharapan yang terlontar. Tapi hujan lah pemenangnya hari ini.
![]() |
| Biar tak hujan...(sumber gambar : Google) |



