Kamis, 01 Maret 2018

Benar-benar Busyet!



Benar-benar Busyet!!!



Malam ini, ini bukanlah tulisan ilmiah, tapi lebih hanya sekedar dugaan yang terlalu subjektif.


Sumber gambar : Google. Trims untuk jagokata.com yang sudah menghias blog saya.
Orang tentu akan cenderung tidak mau harga dirinya terusik. Tapi payahnya mungkin karena ‘azas supaya orang tertentu sama  dengan orang lain’ atau ‘mungkin orang tertentu itu orang yang tidak sekali’ atau ‘mungkin terima saja lah’ atau ‘mau apa lagi kau’ atau ‘ekspresi penghinaan dia’ atau lebih dramatisnya lagi ‘pesanan penghinaan’. Wow benar-benar sesuatu hal yang bisa membuat minta tolong dan membuat orang melolong karena merasa terhina dan terpukul.



Harusnya orang berpikir selayaknya manusia yang utuh akalnya. Sebenarnya ini bisa dijadikan teori mungkin. “Berpikirlah abnormal boleh kalau orang itu setingkat dengan dirimu, tapi berpikirlah normal kalau orang itu tidak setingkat dengan dirimu.’



Hah? Kok tidak setingkat, bukankah seluruh manusia ini sederajat. Ya, …memang sederajat di depan Tuhan. Ah, pikirkan saja sendiri. Pasti kau akan bingung memikirkannya. Kok bisa...???



Orang akhirnya, memang akan berucap. Menyakitkan memang seandainya seseorang bisa membaca semua tingkah dan isi pikiran orang. Pasti mungkin..serasa ingin mati. Orang pun akhirnya menyadari tak ada tempat lagi yang benar-benar menerima kita apa adanya kecuali kesah  kita pada Allah, Tuhan kita. Orang yang mungkin tidak religius pun, ketika suatu saat nanti ketika ada di suatu titik, dan  tidak ada sesuatu, orang, apapun itu yang bisa menolongnya kecuali dirinya sendiri dan Tuhan. Serasa itulah titik kematian, tapi ternyata dia lolos. Saat itulah alur dunia seakan terpusat padanya. Wow, dramatis. Ya, supaya orang akhirnya berpikir. Redamlah amarahmu, tetaplah berpikir tenang, walaupun sebagai manusia masih sering juga bertindak bodoh. Ampunilah kesalahanmu sendiri.