Kebiasaan Makan Si Manis
| Si Manis yang tetap saja manis walau tak manis. Bagaimana menurut Anda? |
“‘Ayo manis,
habiskan. Ayo habiskan,’ maka dengan langkah serta merta bahkan kadang malas
dia akan mendekati piringnya kembali dan makan walaupun itu sedikit.”
Sudah lama sekali saya tidak
membicarakan tentang Si manis. Si Manis masih sama tetap seperti semula dan tak
juga menjadi kucing pintar. Tapi di mataku dia tetap saja manis. Maka dia
diberi nama si Manis. Anda tentu belum pernah lihat betapa laparnya dia kalau
sudah menggaruk-garuk kaki atau menyenggol-yenggol anggota badan dengan
mengeong-ngeong tak beraturan. Tak beraturan maksudnya tak berirama seperti
kucing yang slow down.
Pada hal si pemilik kucing itu
inginnya kucing tetap manis entah bagaimanapun rasa perut binatang tersebut.
Kalau sudah seperti itu biasanya akan saya katakana ‘Nanti kucing, kosik sing sabar yo!” Dia hanya melihat
dengan mata besar bulatnya dan tetap saja mengeong-ngeong. Kalau dia tetap saja
meraung-raung eongannya maka ditepuk-tepuk kepalanya supaya agak bersabar. Dia
akan menguntit kemanapun si pemiliknya pergi dengan ekor ke atas bak antena
yang tegang.
Dia akan dengan lahap makan makanan yang diberikan.
Porsi dia kecil, ya ala kadarnya porsi kucing. Kalau dia sudah selesai makan,
maka dia akan meninggalkan piringnya tersebut tapi biasanya lalu saya katakan ‘Ayo
manis, habiskan. Ayo habiskan,’ maka dengan langkah serta merta bahkan kadang
malas dia akan mendekati piringnya kembali dan makan walaupun itu sedikit. Dia hanya mau makan
kalau ditunggui dengan suruhan tersebut. Itulah kebiasaan kecil si manis kalau
sedang makan.
