Jumat, 29 November 2013

Kebiasaan Makan 'Si Manis'



Kebiasaan Makan Si Manis

Si Manis yang tetap saja manis walau tak manis. Bagaimana menurut Anda?

‘Ayo manis, habiskan. Ayo habiskan,’ maka dengan langkah serta merta bahkan kadang malas dia akan mendekati piringnya kembali dan makan  walaupun itu sedikit.”

Sudah lama sekali saya tidak membicarakan tentang Si manis. Si Manis masih sama tetap seperti semula dan tak juga menjadi kucing pintar. Tapi di mataku dia tetap saja manis. Maka dia diberi nama si Manis. Anda tentu belum pernah lihat betapa laparnya dia kalau sudah menggaruk-garuk kaki atau menyenggol-yenggol anggota badan dengan mengeong-ngeong tak beraturan. Tak beraturan maksudnya tak berirama seperti kucing yang slow down.

Pada hal si pemilik kucing itu inginnya kucing tetap manis entah bagaimanapun rasa perut binatang tersebut. Kalau sudah seperti itu biasanya akan saya katakana ‘Nanti kucing, kosik sing sabar yo!” Dia hanya melihat dengan mata besar bulatnya dan tetap saja mengeong-ngeong. Kalau dia tetap saja meraung-raung eongannya maka ditepuk-tepuk kepalanya supaya agak bersabar. Dia akan menguntit kemanapun si pemiliknya pergi dengan ekor ke atas bak antena yang tegang.

Dia akan  dengan lahap makan makanan yang diberikan. Porsi dia kecil, ya ala kadarnya porsi kucing. Kalau dia sudah selesai makan, maka dia akan meninggalkan piringnya tersebut tapi biasanya lalu saya katakan ‘Ayo manis, habiskan. Ayo habiskan,’ maka dengan langkah serta merta bahkan kadang malas dia akan mendekati piringnya kembali dan makan  walaupun itu sedikit. Dia hanya mau makan kalau ditunggui dengan suruhan tersebut. Itulah kebiasaan kecil si manis kalau sedang makan.

Minggu, 17 November 2013

Pemantik Api



Pemantik Api

Api lain penghias dunia (Sumber gambar : Google)
Korek, korek. Alat untuk membuat api. Yang menjadi sebuah sebab dari kebakaran, api unggun bahkan acara panggang memanggang makanan. Sebenarnya apapun itu pasti berguna hanya tergantung kebijaksanaan si pemakai. Seperti jika terjadi seseorang kesurupan  pastilah karena ada sebabnya. Misalnya si empunya rumah memakai hal-hal yang tak ternalar untuk dipakai dan dicoba. Mungkin pada awalnya itu dianggap sebagai permainan belaka. Siapa yang menyangka bisa demikian fantastis keburukannya.

Api memang sahabat manusia, apa jadinya manusia tanpa api. Dalam cerita-cerita api dipakai sebagai elemen panas dan penghapusnya adalah elemen air. Begitu hebatnya perkembangan api hingga konon bisa dibawa ke mana-mana bahkan ke luar angkasa. Penonton bisa jadi bersorak dan serta merta menjadi fans dari api dan tak menyadari asal muasal api.

Itulah nukilan dari sebuah api yang sampai kapanpun tetap akan menjadi primadona. Bintang di pesta-pesta kehidupan manusia. Bahkan menjadi pengusir dingin dan menjadi sebuah cerita yang menyayat hati dicerita anak penghias tidur mereka. Tentang seorang anak penjual korek api dimana dia berjualan hingga  kedinginannya sampai habis terpakailah korek tersebut. Cerita yang mengharukan. Cerita yang masih bisa dikenang hingga kini.