Kamis, 25 Oktober 2012

Spaghetty, rasa, hidup, unik


Hidup laksana sepiring spaghetty


Coba kita lihat bagaimana menawannya sepiring spaghetty di hadapan kita. Perpaduan warna yang unik dan menarik. Dominasi warna yang kontras, yang untuk hal yang luas telah diciptakan Tuhan di dunia ini.  Pastanya pun bergulung-gulung bagaikan hidup ini yang seakan tak berujung namun sepanjang-panjangnya kehidupan takdir manusia ada batasnya. Bumbu-bumbu dari masakan Italia ini begitu terasa hingga bisa kita bisa merasakan ‘wow’ rasanya enak bagi yang suka, tapi di pihak lain akan mengatakan ‘cuih’ rasanya aku tak suka. Inilah  membedakan antara orang yang selalu bersyukur dengan orang yang kurang bersyukur, yang selalu saja mengeluh.  Ada juga rasa gurih, rasa asam, wangi dan kekhasan dari rasanya. Karena setiap manusia itu memang unik dan semuanya menarik. Semuanya masuk dalam buku Guinnes Book of The Record dari Tuhan tanpa kecuali.
Hidup akan indah kalau kita melihat keindahan hidup dari sisi yang kita dapatkan, sisi gelap kita anggaplah sebagai bumbu hidup hingga kita bisa lebih tegar menghadapi kesulitan. Bukan lantas ikut terhanyut dari hitamnya kekelaman itu. Karena Tuhan memang mengkondisikan manusia dengan masalah lihatlah manusia-manusia besar mereka selalu saja berhasil mengatasi masalah.
Manusiapun unik, karena selalu saja berbeda dan keunikannya dalam menyikapi sebuah masalah dalam kehidupannya pun akan selalu saja unik. Maka berbanggalah menjadi manusia dan nikmati perjuangan kita untuk mencapai titik yang kita mau dan terus saja melaju di tengah angin katrina sekalipun tapi taktislah menghadapi kehidupan. Karena kita bukan orang bodoh.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Remaja, abg

Remaja yang Happy


Kemudaan itu indah. Mekar dan melentik. Seorang remaja adalah seorang anak yang terperangkap di dalam tubuh yang semakin dewasa. Seseorang yang tak bisa disepelekan lagi karena telah memiliki kehendak dan tak mau dipandang sebelah mata lagi. Itulah gejolak hati mereka, yang ingin semua orang di dunia ini tahu.
Seseorang  ahli pernah berkata bahwa masa remaja atau istilah anak muda sekarang anak baru gede (ABG) itu identik dengan keinginan untuk coba-coba, teman lebih mendominasi dibandingkan keluarga, dan rasa tertariknya pada lawan jenis.
Itulah banyak kenapa banyak kasus yang menimpa adik-adik remaja seperti miras, narkoba, asusila dan banyak perilaku menyimpang lainnya. Dapat dikatakan mereka itu bukan dalam kondisi yang pasti karena sebetulnya yang dibutuhkan adalah perhatian, bentukan dan  bimbingan dari keluarga semenjak mereka belum tahu apa-apa. Tapi ketika umur semakin bergerak, teman sebaya akan semakin dominan walaupun untuk keadaan yang normal peran orang tua sebagai pengawas tindakan dan teman lebih dibutuhkan uuntuk masa saat ini.
Si remaja ini biasanya masih labil, belum tahu keinginannya secara jelas. Dulu saya pernah bertanya kepada seseorang dia pun menceritakan kepada saya dia serupa betul dengan pernyataan itu. Tapi kalau saya lihat remaja sekarang itu telah lebih mengerti apa yang dia mau lain halnya dengan remaja beberapa dasawarsa lalu yang seolah-olah hanya mengatakan iya, iya dan iya.
Untuk berapa kasus seorang remaja yang berasal dari keluarga yang harmonis biasanya beberapa langkah lebih maju dibandingkan dengan teman sebayanya sebab mereka biasa untuk berdiskusi, berdebat mengemukakan pendapat dan banyak hal lainnya yang lebih mengasah kemampuan mereka dan kasih sayang yang pas. Namun ada juga remaja yang ‘seolah ketinggalan’, bahkan ‘lebih dewasa’ dibandingkan dengan usia mereka. Saya rasa masalahlah yang membuat mereka seperti itu.
Memang indah masa-masa dimana semua hal itu belum pasti dan masih harus bekerja keras meraih mimpi. Saya pernah membaca sebuah buku untuk mengatasi ketidakpastian itu anak-anak muda ini membutuhkan idola yang  menjadi pegangan hidupnya. Idola bisa berupa toloh tenar yang berhasil yang tentu memiliki liku-liku hidup dan langkah-langkah yang bisa mereka teladani. Contohlah hal-hal yang positif saja.
Saya pun tidak heran saat ini banyak remaja yang berhasil karena akses untuk menjalani hidup bagi mereka begitu banyak.
Tapi bagaimana jika masa remaja telah lewat? Banyak hal sebetulnya yang bisa dilakukan. Seperti menikmati hidup. Dulu sekali ada seorang teman baik men-suport saya  dengan mengatakan ‘nikmatilah hidup’. Saya pun berdalih telah menikmati hidup tapi akhirnya baru setelah saya seusia ini baru bisa tahu itu apa. Memang terlalu bodoh untuk menyia-nyiakan hidup. Apapun yang bisa kita lakukan nikmati saja!

Sabtu, 13 Oktober 2012

si manis,kucing,kehidupan

Kehidupan Kedua
si manis

Jika putri tidur mendapatkan kehidupan keduanya setelah diselamatkan dengan sebuah ciuman dari pangeran, lain halnya dengan si manis. Si manis mendapatkan kehidupan setelah menjalani ‘kematiannya’ dengan cara bergelimpungan di lantai dapur beberapa minggu yang lalu. “Dia sekarat,” kata ibu di tengah kesakitannya si manis yang seolah meregang nyawa.
Akhirnya setelah diberi ramuan ajaib si manis bisa tenang, terduduk, dan kemudian terdiam di tidurnya yang sesaat. “Akhirnya...,” kata ibu menimpali ucapanku yang sedari tadi memberikan dugaan-dugaan yang tak jelas tentang keadaan si manis tiga hari terakhir.
Sudah tiga hari sejak ketidakpulangannya si manis akhirnya pulang dengan sempoyongan seolah tidak menyadari dirinya dan berkali-kali jatuh di halaman belakang rumah. Tragis. Memilukan dan menyayat hati.
Kesayangan ibu itu akhirnya harus bergelimpungan dengan mata melotot menahan sakit. Sebuah kesakitan di luar kendali dirinya yang membuat iba siapapun yang melihat. Tapi syukurlah sekarang dia sudah bisa menyongsong di depan pintu ketika ibu pulang, bahkan bisa memilih makanan kesukaanya. “Sudah memiliki kesadaran diri,” komentar ibu beberapa hari yang lalu tak kala si manis melotot lucu ketika digoda.
Tapi apa yang telah menimpa dirinya selama tiga hari itu. Itulah pertanyaan besar untuk kita, terutama untuk ibu dan aku. Karena si manis tak bisa menceritakannya pada kami, karena dia adalah seekor kucing. Meong,meong…

Jumat, 12 Oktober 2012

Kopi


Bye-bye Kopi

      Orang yang mempedulikan kesehatan tentu akan mmeperhatikan pola hidup sehat. Membatasi minuman yang mereka konsumsi untuk ambang umur tertentu.
Karena semakin bertambahnya umur konon elastisitas kerja jantung semakin terbatas. Untuk itu hal yang dapat dilakukan adalah tidak mengkonsumsi minuman kopi.
        Kopi memang luar biasa menyegarkan dan membuat pikiran yang capek sekalipun akan menjadi segar secara instant, hal itu merupakan rahasia umum bagi siapa saja penikmat kopi. Cairan hitam ini memang anugerah Tuhan dan hasil racikan manusia yang sangat luar biasa, banyak orang yang mengakuinya.
        Bagi pekerja keras kopi adalah teman. Bagi si pemalas kopi pun merupakan teman mengkhayal dan bercakap di banyak waktu senggangnya. Bagi saya kopi adalah suatu kenikmatan minuman yang perlu dicicipi. Dari berbagai macam dan merk kopi seakan-akan semuanya berlomba untuk dicicipi. Untuk menghilangkan kejenuhan orang akan beralih ke macam danmerk kopi yang  mereka nikmati walaupun untuk segelintir orang akan terpaku hanya ke macam dan merk tertentu.
       Secangkir kopi pun seperti halnya lagu cinta, bisa terasa manis dan mendatangkan kesegaran bagi siapa saja. Sedih tentu saja, jika seseorang harus meninggalkan kebiasaan meminum kopi hitam tersebut, namun itulah konsekuensi dari sebuah arti kesehatan. Perasaan kehilangan yang besar, dan menghilangkan rasa hebat dari ketergantungan dengan olahan biji kopi tersebut. Arti apapun dari kehidupan ini terkadang harus dibayar dengan meninggalkan kebiasaan yang bisa jadi menjadi kesenangan kita.