Jumat, 25 Juli 2014

Sesuatu Yang Menyedihkan




Sesuatu Hal Yang Menyedihkan

Keadaan sedih, aku pun sedih (Sumber gambar : Google)

Semua manusia tidak sama, dikaruniai Tuhan dengan anugerah yang berbeda. Seperti yang terjadi hari ini. Seorang anak kecil yang begitu tak tahu kenapa banyak hal-hal terjadi seperti itu.

Kemarin, cuaca begitu cerah bahkan hatinya pun seakan bernyanyi menyambut lembutnya mentari yang menyapa kulit. Dia begitu bersemangat dengan segunung harapan untuk hari itu. Tapi di luar dugaan sekejap kemudian awan gelap bergulung-gulung dan cuaca menjadi demikian gelap. Ditengadahkannya kepala ke langit. Langit sudah mulai menghitam dan seakan-akan sebentar lagi akan melahirkan butir-butiran air.
“Ayah-ayah,” panggilnya ke seseorang yang sedang duduk-duduk di beranda depan.
“Kenapa Ayah bersantai? Tidakkah…”
“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Apa yang salah, tidakkah saat ini begitu tenang dan nyaman. Hari ini cerah bukan?” tambah ayahnya.
“Ini mendung ayah. Ini tanda bahaya untuk jemuran Ibu, sungai di belakang rumah, dapur yang bocor dan banyak hal lainnya, Yah,” kata mantap dengan merasa aneh dan benar-benar aneh bagaimana dengan pikiran ayahnya.
“Mendung? Ah, tidak. Kita bisa berjemur saat ini,” imbuh ayahnya dengan santainya.
Apa yang terjadi dengan ayahku, pikir si anak kacau.
“Nak, tadi ibumu, Kakek-Nenekmu pun bahkan tadi Om, Bibi  kamu pun mengatakan hal yang sama. Apa yang terjadi dengan kalian semua? Tidakkah ini begitu cerah dan menyenangkan?” kata sang ayah tak kalah serius.
“Yakinkah, Ayah?” kata si anak agak ragu.
“Tentu saja,” si ayah mengangguk mantap.
Si anak tampak melongo, dan ditatapnya langit semakin tak kuat lagi menahan beban dirinya. Hari ini akan hujan deras bahkan sangat deras dan tanggul kecil di sungai belakang  bisa-bisa jebol karena belum sempat diperbaiki karena di rasa ayahnya tidak perlu. Bahkan air dari sungai tetangga  bisa ikut memperparah keadaan.

Kenapa, kenapa hari ini begitu menyedihkan. Bisa-bisa banjir menenggelamkan rumah dan banyak kejadian buruk lainnya. Dan seketika itu hujan pun jatuhlah. Benar-benar begitu deras. Dan mereka tidak bisa berjemur seperti yang tadi dikatakan si ayah. Cuaca tidak ramah dan keadaan begitu menyedihkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar