Bercermin Pada Yang Bergerak
Negara berkembang keadaan masih
serba terbatas. Bahkan untuk menyamankan nama, nama panggilannya dirubah agar lebih terdengar
tidak menyakitkan. Tapi setelah dilihat-lihat dan dirasa-rasa memang serba
terbelakang. Bahkan seolah tak bergerak. Yang menjadi standar adalah cermin
masa lampau negara maju. Semua serba tertinggal. Memang benar pendapat para
tokoh kalau negara-negara mengikuti langkah-langkah atau tahapan tertentu yang
memang harus dilalui. Bahkan dalam pemikiran warganya sekalipun.
Tak kala melihat negara maju
sudah melihat sesuatu disesuaikan dengan keadaan jaman saat ini, negara miskin
masih saja berkutat dengan dengan cermin masa lalu dari negara-negara maju yang
sudah ditinggalkan mereka. Takkala dikatakan dunia butuh didinginkan karena
semakin panas warga negara-negara maju sudah mulai mendinginkan dengan
tehnologi yang serba hijau sedangkan negara miskin semakin getol ‘memanaskan’
lingkungan. Kegiatan tersebut dijadikan standar hidup untuk bisa dianggap dan
akses untuk dianggap di lingkungannya.
Memang sesuatu itu untuk dilalui
dan otomatis untuk dirasa. Katakanlah pernah merasa kaya, merasa memiliki semua
itu terasa lebih memuaskan dalam hidup. Dan saya kira unsur bosan juga
menghinggapi warga maju tersebut. Akhirnya kembali ke kehidupan yang sederhana
dan serba hijau. Sedangkan negara miskin seolah terpesona dengan kehidupan ‘wah’
mereka yang mereka lihat dalam cermin.
Semuanya memang kembali ke
pribadi masing-masing. Jadilah seperti apa yang kalian pilih! Asal bertanggung
jawab jangan mengambil kenyamanan kehidupan yang lain, menghormati orang lain,
tidak memiliki pola pikir yang serba apatis dan mudah menyerah. Jangan suka menyebar urusan pribadi orang lain yang bukan
urusanmu. Itu hanya sikap orang kurang kerjaan.



