Coba Pikirkan!
![]() | |
| "Aku gak mau jadi manusia," gumam si Peri (Sumber gambar : Google) |
Tempatkan diri Anda di tempatnya. Di tempat manusia yang
terhormat bukan di tempat manusia-manusiaan. Hidup ini sebenarnya memang sama
sekali bukan kehendak Anda-anda sendiri untuk ada di dunia. Bukankah seandainya
di tawari kehidupan di dunia mungkin tak ada yang mau menerimanya lebih baik
hidup tanpa resiko dan tenang. Bahagia selamanya tanpa masalah tidak harus
hidup, bernafas, berjalan, bahkan banting tulang agar tetap bisa eksis dianggap
manusia. Tapi ternyata Anda-anda ini terpilih. Hidup dan tinggal di dunia.
Bukankah ini mengejutkan? Seharusnya.
Manusia akhirnya terlahir dalam keadaan 'sama'. Tapi sedihnya
seiring berjalannya waktu manusia harus bertemu pada hal-hal yang tak
mengenakkan seperti air mata, timpukan batu, bahkan kejatuhan barang dari atas.
Inilah hal-hal yang ditakutkan manusia itu dulu. Akhirnya menjadi kenyataan. Lebih
sedihlah alam bawah sadar manusia ini. Seandainya
selalu bahagia, tak ada nelangsa, pikir alam bawah sadarnya. Apa yang
kira-kira akan terjadi ya? Gembira, gembira dan gembira. Bahagia dan selalu
bahagia tentunya. Hidup yang menyenangkan sekali. Tiada tara.
Tapi ternyata manusia itu diberi dua sisi bentuk. Hal yang
seolah-olah hitam dan putih. Baik dan buruk. Terkadang keadaanlah yang membuat
manusia memiliki sisi abu-abu. Baik dan juga buruk. Buruk dan juga baik.
Akhirnya, sisi abu-abu, hitam, putih ini entah disengaja
ataupun tidak disengaja melukai manusia lain. Perilaku tertentu, yang menurut sisi dia dianggap hal biasa namun
untuk pihak lain dianggap itu melukai dan menghinakan. Terlebih-lebih lagi
dogma ini, dogma itu ikut-ikutan nimbrung. Tapi setiap manusia normal memiliki
sisi manusiawi dan prinsip-prinsip kebenaran. Dan cara tertepat untuk memilikinya yaitu
dengan tetap menjadi manusia. Bukan menjadi manusia-manusiaan. Manusis yang
diciptakan dengan moralitas yang tinggi. Seandainya kemanusiaannya berkali-kali
terkikis kembalikan lagi. Begitu seterusnya.
