Puasa dan Rasa
Dingin
“Tangis seseorang itu mungkin bisa
jadi tawa derainya orang lain. Mungkin inilah yang membuat dunia ini agar tetap
seimbang.”
Hari ini umat Islam sudah
menjalankan puasa hari yang ke-14. Memang rasanya tiada beda dengan hari-hari
lain yang ada hanyalah saat ini ada suatu perasaan tenang, mungkin agak santai mengingat aktifitas seolah-olah terpotong dan
yang saya lihat orang-orang terlihat ‘lebih baik hati’. Suatu harapan tentu
tidak salah apalagi jika itu baik.
Ada suatu rasa kesyukuran hidup
di sini masih tenang, tidak sejalan dengan berita-berita yang panas dan bisa
menaikkan darah. Walaupun rasa nelangsa tentu terkadang masih menggelayuti
suatu rasa yang tentu saja sangat beragam. Terkadang ‘tidak mengerti’ itu suatu
hal yang terbaik. Walaupun tidak semua orang mau diposisi ini. Mengerti tapi
tak mau mengerti. Lucu ya?
Anugerah hidup adalah suatu
anugerah yang tak terkira. Bisa merasakan gelap-terangnya dunia, tawa-air
matanya sebuah rasa, ditendang-dipujinya suatu keadaan, dicibir-disayangnya oleh
orang lain, dibenturkan-ditimang oleh sesuatu bahkan suatu hal yang buruk yang tiba-tiba datang tanpa permisi. Suatu hal
yang baik tentu tak akan dirasakan seseorang sebagai masalah. Bagaimana mungkin
orang yang mati(tidak dianugerahi hidup) akan merasakan ini semua? Kaya rasa
itu lebih pasti.
![]() | |||
| Minuman panas yang menghangatkan, hmm...(Sumber gambar: google) |
Sebenarnya hal yang paling
bijaksana adalah tinggal rasakan saja apa adanya yang dirasa karena begitulah
hidup. Kita tak bisa memilih ingin hidup bahagia terus dan ingin hidup tanpa
masalah. Seandainya kita merasakan suatu keadaan yang tak menyenangkan, jadikan
hal tersebut sebagai bagian dari hidup. Tangis seseorang itu mungkin bisa jadi
tawa derainya orang lain. Mungkin inilah yang membuat dunia ini agar tetap
seimbang.
Hu hu hu, rasanya begitu
menyedihkan jika berbicara mengenai tawa dan air mata. Apalagi hari ini di
daerah saya, mulai saya rasakan suatu
perasaan dingin. Temperatur udara mulai merambat turun walaupun tak sampai
menggigit. Biasanya perasaan menggigit tulang itu puncaknya terjadi di bulan
Juli dan Agustus. Benar-benar dingin. Saat pagi setiap memegang air rasanya
seperti memegang air es. Setiap malam rasanya luar biasa menusuknya.
![]() | |
| Kaki-kaki yang terbungkus hangat sangat nyaman(Sumber gambar : Google) |
Bahkan saat ini pun perasaan
dingin walaupun belum dahsyat rasa-rasanya sudah sampai menusuk ke dalam hati.
Hingga hati dijangkiti penyakit pilek dan flu. Begitu banyaknya virus yang
menjangkiti. Hati menjadi sakit karenanya.





