Minggu, 19 Juni 2016

Puasa dan Rasa Dingin



 Puasa dan Rasa Dingin

“Tangis seseorang itu mungkin bisa jadi tawa derainya orang lain. Mungkin inilah yang membuat dunia ini agar tetap seimbang.”

Hari ini umat Islam sudah menjalankan puasa hari yang ke-14. Memang rasanya tiada beda dengan hari-hari lain yang ada hanyalah saat ini ada suatu perasaan tenang,  mungkin agak santai  mengingat aktifitas seolah-olah terpotong dan yang saya lihat orang-orang terlihat ‘lebih baik hati’. Suatu harapan tentu tidak salah apalagi jika itu baik.
 
Harapan itu indah ...(Sumber gambar : Google)

Ada suatu rasa kesyukuran hidup di sini masih tenang, tidak sejalan dengan berita-berita yang panas dan bisa menaikkan darah. Walaupun rasa nelangsa tentu terkadang masih menggelayuti suatu rasa yang tentu saja sangat beragam. Terkadang ‘tidak mengerti’ itu suatu hal yang terbaik. Walaupun tidak semua orang mau diposisi ini. Mengerti tapi tak mau mengerti. Lucu ya?
 
Apakah timbangan selalu adil?(Sumber gambar: google)

Anugerah hidup adalah suatu anugerah yang tak terkira. Bisa merasakan gelap-terangnya dunia, tawa-air matanya sebuah rasa, ditendang-dipujinya suatu keadaan, dicibir-disayangnya oleh orang lain, dibenturkan-ditimang oleh sesuatu bahkan suatu hal yang buruk  yang tiba-tiba datang tanpa permisi. Suatu hal yang baik tentu tak akan dirasakan seseorang sebagai masalah. Bagaimana mungkin orang yang mati(tidak dianugerahi hidup) akan merasakan ini semua? Kaya rasa itu lebih pasti.
Minuman panas yang menghangatkan, hmm...(Sumber gambar: google)   


Sebenarnya hal yang paling bijaksana adalah tinggal rasakan saja apa adanya yang dirasa karena begitulah hidup. Kita tak bisa memilih ingin hidup bahagia terus dan ingin hidup tanpa masalah. Seandainya kita merasakan suatu keadaan yang tak menyenangkan, jadikan hal tersebut sebagai bagian dari hidup. Tangis seseorang itu mungkin bisa jadi tawa derainya orang lain. Mungkin inilah yang membuat dunia ini agar tetap seimbang.
 
Dingin-dingin dipeluk baju hangat...(Sumber gambar : Google)
Hu hu hu, rasanya begitu menyedihkan jika berbicara mengenai tawa dan air mata. Apalagi hari ini di daerah saya,  mulai saya rasakan suatu perasaan dingin. Temperatur udara mulai merambat turun walaupun tak sampai menggigit. Biasanya perasaan menggigit tulang itu puncaknya terjadi di bulan Juli dan Agustus. Benar-benar dingin. Saat pagi setiap memegang air rasanya seperti memegang air es. Setiap malam rasanya luar biasa menusuknya.

Kaki-kaki yang terbungkus hangat sangat nyaman(Sumber gambar : Google) 


Bahkan saat ini pun perasaan dingin walaupun belum dahsyat rasa-rasanya sudah sampai menusuk ke dalam hati. Hingga hati dijangkiti penyakit pilek dan flu. Begitu banyaknya virus yang menjangkiti. Hati menjadi sakit karenanya.


Kamis, 09 Juni 2016

Abu-abu



Abu-abu
 
Dijual, dijual, murah. Siapa mau? (Sumber gambar : Google)Add caption
Entah ada apa dengan warna abu-abu. Mari kita katakan ‘Wow’ untuk si abu-abu ini.

Dulu ketika gunung meletus serta merta dunia disibukkan dengan penampakan warna abu-abu di mana-mana. Bahkan hal-hal yang mencolok pun semuanya jadi serba abu-abu. Pikir saya tak apa-apa kelak barang apapun pasti akan bersih dari si abu-abu tersebut.

Bahkan beberapa saat ini trend warna monokromatik pun menjadi seolah-olah pesohor negeri yang dibicarakan dan menjadi trend. Beramai-ramai orang sekonyong-konyong entah latah, entah menyukainya, entah sejiwa dengannya bahkan mungkin karena supaya dianggap eksis maka  hak tersebut seolah menjadi kiblat. Si abu-abu pun ikut panen numpang tenar juga karena monokromatik sejalan dengan abu-abu. Saya kali ini membicarakan real warna abu-abu tersebut. Warna yang semula dulu tak dianggap karena kelabu,  kini menjadi naik daun karena kelatahan orang.

Mari kita katakan ‘Wow’ untuk si abu-abu ini. Wow, wow.

Bahkan kini, saya pikir hal ini yang paling menyedihkan, hal-hal yang seharusnya tegas, formal, dihormati karena memang begitulah seharusnya kini pun diabu-abukan. Menjadi sesuatu hal yang gemulai dan melambai. Segala macam teori yang memang ada diletakkan untuk memperkuat keadaan abu-abu hingga keadaan dan orang-orang sakit karenanya.

Wahai para pencari ide trend warna, tidakkah kini menjadi berlebihan kalau ide Anda sekarang menjadi  mengabu-abukan semua? Bukannya saya menyalahkan asal semuanya tetap berjalan ditempatnya masing-masing. Biarkan dengan jalurnya masing-masing. Jangan mengubah arah yang memang sudah seharusnya.