Jumat, 15 Agustus 2014

Masih ada koma



,  [ koma ]

Berlayarlah perahu (Sumber gambar: Google)

Sesuatu belum berakhir, tentunya akan ada koma. Kalimat harapan masih ada tentunya akan koma, bahkan ketika antusiasisme tiba-tiba memudar secara tak pasti waktu jeda itu tiba-tiba muncul.

Manusia normal itu pastilah terdapat rasa lelah, lemah, seolah kehilangan nyali bahkan mungkin kehilangan harapan. Memang hal-hal itu bukanlah impian apalagi sesuatu yang ingin ditemui selama hidupnya tapi terkadang takdirlah yang mempertemukan keduanya dalam waktu yang sama. Tapi tak ada seorangpun yang tak mungkin bertemu dengannya bahkan untuk seorang konglomerat, manusia bijak sekalipun bahkan manusia super cuek. Tak ada yang memungkiri telah bertemu dengannya.

Tapi bagaimanapun sebalnya seseorang dengan rasa-rasa itu semua hal bisa berganti segampang membalik lembaran buku ke lembaran baru jika menghendaki. Menghela nafas, menahan nafas bahkan mungkin menyobek kasar lalu berhamburan semua isinya ada hal ihwal tentang perubahan. Ke lembaran baru. Ke sebuah rasa yang baru.

Mungkin sekelompok orang bahkan mungkin segolongan orang-orang menanti dengan cemas dan was-was tingkah para pemain sebuah cerita. Waktu demikian lama berjalan, semenit laksana sejuta tahun, namun segolongan orang-orang itu masih saja dalam keadaan  berharap. Bahkan harapan itu rasanya semakin hambar. Inikah takdirnya dengan para pemainnya yang tanpa rasa? Tapi masih ada  koma dan masih ada doa.