…menoleh ke belakang (perjalanan).
“Perjalanan adalah ketika kau menoleh ke belakang kau tak
akan percaya kalau kau telah melaluinya. Telah banyak yang kau tinggal dan
telah banyak juga yang kau lepaskan, dan ..diikhlaskan.”
![]() |
| (Sumber gambar : Google) |
Tapi yang saya tahu perjalanan itu mengejutkan dan seakan-akan tidak percaya kalau bisa melalui
lika-likunya, apalagi jika perjalanan tersebut sulit dan terjal. Mungkin kita
sudah merasakan seakan-akan detik-detik kematian kita karena begitu sulitnya.
Haah, wow, akhirnya kita merasakan kelegaan yang luar biasa ketika berhenti ‘di
sini’. Plong. Walaupun kita tahu perjalanan itu masih ada. Tapi senang juga
bisa sampai di sini. Walaupun ini hanya kebanggaan kita sendiri.
“Seseorang tak akan tahu kemampuannya sendiri sampai dia
mencoba, entah apapun itu tantangannya. Maka dia akan terkejut.”
Tantangan itu menurut saya menakutkan
karena takut akan bayangan-bayangan seram yang menyertainya. Di malam hari
benda-benda seolah-olah menjadi bayang-bayang asing dan membuat hati
mengkerut sekecil-kecilnya. Tapi tunggulah sampai hari terang atau sulutlah
obor maka semuanya jelas. Walaupun masih saja untuk hal-hal tertentu akan
senantiasa terselubung. Itulah misteri. Mungkin untuk selamanya akan menjadi
misteri untuknya. Mungkin itu kebijakan yang alam berikan untuk dirinya.
Tapi tantangan itu entah dia mau atau tidak pasti akan menuntunnya untuk ‘dilalui’.
Karena hal itu yang membuatnya menjadi ‘beda’ dengan yang dulu. Bisa jadi itu
dianggap mengerikan untuk si empunya dan orang lain. tapi itulah yang terjadi.
Mungkin bisa jadi dia akan menjadi ‘pecundang’ atau mungkin ‘pahlawan’ di
kehidupan saat ini. Itulah hebatnya ‘mereka’.
![]() | ||
| (Sumber gambar: Google) |










