Jumat, 01 Maret 2013

Jangan Sok Pahlawan

Jangan Sok Pahlawan, Loe...
 
Pahlawan Bertopeng(Sumber Gambar : Google)

Manusia itu diberikan Tuhan hal yang baik dan buruk dalam dirinya, terkadang manusia lebih mengikuti keinginannya sendiri. Karena manusia itu memang bukan Nabi. Nabi dilempar kotoran akan balik mendoakan hal baik-baik si pelempar tersebut. Memang ini bukan jaman nabi lagi, tapi  jaman dimana kebutuhan diri sendiri seringnya lebih didahulukan tak pedulikan urusan orang lain. Tapi baiklah..milikilah standar yang tinggi untuk berbuat baik. Paham kan maksud saya?

Berusahalah membantu orang lain semampu kalian, asal ..jangan abaikan masalah pribadi yang harus kalian pecahkan dan hadapi. Itu salah satu bentuk memuliakan diri sendiri. Hargailah diri sendiri itu yang pertama harus dilakukan. Ck ck ck ck ..jangan abaikan kepentingan diri sendiri. Karena saat ini bukan jamannya keajaiban semuanya  membutuhkan usaha dan proses.

 

Kalau jaman dulu mungkin ada cerita-cerita yang menajamkan tentang perilaku pengharapan tinggi tanpa usaha, karena semuanya langsung ada. Asal..kita berhati mulia dan baik hatinya. Semua penjahat akan dibalas oleh ibu peri dan 'dewa penolong' atau pahlawan. Semuanya terlihat indah, mempesona, menarik dan pendengar cerita pun tersugesti ingin seperti si tokoh. Tapi itulah cerita. Karena cerita memang hanya ada di cerita. Karena cerita itu bukan dunia nyata. Dunia nyata begitu kompleks dan luas bahkan tak terduga. Teori tokoh hebat pun bisa saja patah karena mungkin ada perubahan keadaan dunia. 


Jadi pahlawan itu memang hebat sekali di dunia cerita. Tapi bagusnya semua orang bisa menjadi pahlawan di kehidupan ini. Pahlawan melawan keburukan tentunya tapi dengan cara yang lain tentunya. Lain dalam cerita, lain pula dalam dunia saat ini. Tapi pahlawan kekinian harus bijak. Hingga jangan sampai dikatakan, "Jangan sok pahlawan, Loe."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar